Jakarta · Rabu, 30 September 2026Cari
WargaKonoha

Menhub Akan Ikuti Rekomendasi KNKT soal Kecelakaan Kereta di Bekasi

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan pemerintah akan mengikuti rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait kecelakaan beruntun antara KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur. Rekomendasi ini akan menjadi acuan bagi Kementerian Perhubungan dan PT KAI untuk melakukan perbaikan. Dudy menekankan bahwa investigasi kecelakaan oleh KNKT dan proses hukum pidana oleh kepolisian dilakukan secara terpisah, sehingga masing-masing pihak menangani aspeknya masing-masing. Pemerintah tidak ingin terburu-buru menyimpulkan penyebab kecelakaan dan akan menunggu temuan resmi dari KNKT.

Hasil investigasi KNKT mengungkapkan beberapa faktor penyebab kecelakaan. Pertama, sistem sinyal di Stasiun Bekasi Timur tidak menampilkan sinyal kuning sebagai peringatan sebelum sinyal merah, hal ini terjadi sejak renovasi stasiun pada 2021 dan tidak tercantum dalam desain. Kedua, masinis KRL melaporkan keadaan darurat melalui panggilan biasa, bukan tombol darurat, sehingga tidak ada tanda visual di meja operator. Ketiga, komunikasi antara Pusat Kendali Selatan dan Pusat Kendali Timur tidak terkoordinasi dengan baik, sehingga informasi tentang KRL yang terhenti tidak sampai kepada masinis Argo Bromo. Keempat, lampu peringatan sinyal sulit terlihat di malam hari akibat kaca lokomotif yang kotor dan tidak ada prosedur resmi bagi masinis untuk menghadapi situasi berhenti mendadak di tikungan dengan kecepatan tinggi.

Dudy menyatakan langkah-langkah jangka pendek untuk mencegah kecelakaan serupa akan disesuaikan dengan rekomendasi KNKT. Kementerian Perhubungan akan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan sarana prasarana perkeretaapian. Direktorat Jenderal Perkeretaapian akan berkoordinasi dengan PT KAI secara teknis setelah menerima rekomendasi lengkap dari KNKT.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait