Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Migran Maroko Ramai-Ramai Nyebrang Laut Masuk Spanyol, 57 Orang Tewas

Pemerintah Spanyol berhasil menghadapi gelombang besar migran Maroko yang menyeberang ke wilayah Ceuta, mengakibatkan 57 kematian. Peristiwa ini terjadi sejak Kamis, dengan sekitar 50.000 orang memasuki Ceuta, namun sebagian besar sudah kembali ke Maroko secara sukarela hingga Jumat. Aparat keamanan Maroko menggunakan gas air mata dan pentungan untuk membubarkan kerumunan di perbatasan.

Krisis kemanusiaan terjadi karena banyak migran melaporkan kurangnya makanan dan perlakuan buruk di Ceuta. Secara politik, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menyebut penyeberangan massal ini sebagai pelanggaran kedaulatan, sementara Italia menangguhkan perjanjian Schengen dengan Spanyol, memicu perpecahan di Uni Eropa. Partai sayap kanan di Eropa menyalahkan kebijakan migrasi Spanyol yang dianggap longgar, termasuk amnesti kepada ratusan ribu migran tidak berdokumen.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait