Migran Maroko Ramai-Ramai Nyebrang Laut Masuk Spanyol, 57 Orang Tewas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Spanyol berhasil menghadapi gelombang besar migran Maroko yang menyeberang ke wilayah Ceuta, mengakibatkan 57 kematian. Peristiwa ini terjadi sejak Kamis, dengan sekitar 50.000 orang memasuki Ceuta, namun sebagian besar sudah kembali ke Maroko secara sukarela hingga Jumat. Aparat keamanan Maroko menggunakan gas air mata dan pentungan untuk membubarkan kerumunan di perbatasan.
Krisis kemanusiaan terjadi karena banyak migran melaporkan kurangnya makanan dan perlakuan buruk di Ceuta. Secara politik, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menyebut penyeberangan massal ini sebagai pelanggaran kedaulatan, sementara Italia menangguhkan perjanjian Schengen dengan Spanyol, memicu perpecahan di Uni Eropa. Partai sayap kanan di Eropa menyalahkan kebijakan migrasi Spanyol yang dianggap longgar, termasuk amnesti kepada ratusan ribu migran tidak berdokumen.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 2 Agustus 2026 pukul 10.10
Spanyol Berang dengan Sikap Eropa Terkait Krisis Migran Ilegal di Ceuta
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 02.20
Pertahanan Spanyol Jebol Diserbu 60.000 Migran, Ini 5 Faktanya
SINDOnews · 1 Agustus 2026 pukul 09.29
Spanyol Ungkap Lebih dari 48.300 Migran Kembali ke Maroko dari Ceuta
Detik.com · 1 Agustus 2026 pukul 06.32
5 Fakta Migran Ilegal Menyerbu Spanyol hingga Jatuh Korban Jiwa
Berita terkait
Ratusan Migran Ilegal Kembali Coba Terobos Wilayah Ceuta Spanyol
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 16.14
Spanyol perketat pemeriksaan perbatasan bagi pelancong Italia
ANTARA News · 8 Agustus 2026 pukul 13.29
Bertambah, Korban Tewas Gelombang Migran Ilegal ke Spanyol Jadi 80 Orang
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 06.13
Serbuan Migran Ceuta, Tanggung Jawab Siapa?
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 15.57