Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

PBB Buka-bukaan Titik Kritis di Palestina, Masa Depan Dipertaruhkan

Tepi Barat yang diduduki Israel telah mencapai titik kritis akibat meningkatnya kekerasan dan tekanan sistematis terhadap masyarakat Palestina, menurut laporan PBB. Situasi ini semakin mengancam masa depan pemerintahan Palestina. Wakil Direktur Eksekutif UNICEF Hannan Sulieman menyampaikan bahwa sejak Januari 2024, setidaknya 174 anak Palestina telah tewas di Tepi Barat, sementara 355 anak lainnya berada dalam tahanan militer tanpa dakwaan atau persidangan. Ia menekankan bahwa kondisi keamanan anak-anak Palestina hanya dapat dicapai melalui keputusan politik, bukan sekadar bantuan kemanusiaan.

Wakil Koordinator Khusus PBB Ramiz Alakbarov memperingatkan bahwa situasi membutuhkan tindakan segera untuk mencegah aneksasi de facto. Pada 2024, puluhan warga Palestina tewas dan sekitar 3.800 orang kehilangan tempat tinggal akibat pembongkaran bangunan, penggusuran, dan serangan. Lebih dari 1.400 insiden kekerasan telah terdokumentasi, mempengaruhi 260 komunitas Palestina. Alakbarov juga menyoroti krisis keuangan Otoritas Palestina yang kekurangan dana sekitar US$6 miliar akibat penerimaan pajak dan bea cukai yang ditahan oleh Israel.

Sejak perang di Gaza dimulai pada Oktober 2023, eskalasi kekerasan di Tepi Barat terus meningkat. Data pihak Palestina melaporkan lebih dari 1.183 warga tewas, 13.000 terluka, dan hampir 25.000 ditangkap. Masyarakat Palestina memperingatkan bahwa kondisi ini dapat membuka jalan bagi aneksasi Tepi Barat dan menggagalkan pembentukan negara Palestina berdasarkan perbatasan 1967.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait