Iran Ancam Konsekuensi Bagi Negara yang Gabung Operasi Ekonomi AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Luar Negeri Iran memperingatkan negara-negara yang turut serta dalam operasi ekonomi AS terhadap Iran akan menghadapi konsekuensi. Juru bicara Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa keterlibatan dengan AS dalam tindakan agresif akan membawa dampak negatif, sekaligus menegaskan komitmen Iran melawan sanksi melalui kemampuan multilateral. Peringatan ini disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan 'operasi ekonomi paling melumpuhkan' dan Menkeu AS Scott Bessent memperingatkan negara ketiga, termasuk China sebagai importir minyak terbesar Iran, agar tidak melanjutkan hubungan komersial dengan Teheran. Iran menolak sanksi tersebut sebagai 'terorisme ekonomi' dan mengklaim sanksi akan gagal, sambil mengisyaratkan kemungkinan respons militer berskala besar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 17.30
Presiden Iran Klaim Dunia Kagum dengan Perlawanan Teheran Kalahkan Melawan AS, Ini 4 Alasannya
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 18.45
Rial Iran Tembus 2 Juta per Dolar AS, Washington Perketat Tekanan Ekonomi
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 16.58
Di Tengah Kesulitan Ekonomi, Iran Pilih Gandakan Produksi Senjata
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 16.44
Iran Ancam Hentikan Seluruh Ekspor Minyak di Timur Tengah, AS Justru Luncurkan D-Day Ekonomi
Berita terkait
Iran: Sanksi Baru AS adalah Terorisme Ekonomi, Kejahatan terhadap Kemanusiaan
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 18.26
China Tolak ‘Economic D-Day’ Trump terhadap Iran, Sebut Sanksi Tak Menyelesaikan Masalah
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 16.00
Trump Umumkan Operasi Ekonomi Sasar Iran, Ancam Sanksi ke Negara Pendukung
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 07.24
AS Siapkan Sanksi Ekonomi untuk Iran Pekan Depan, Lebih Keras dari Sebelumnya
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 13.22