Penertiban Tambang Ilegal Berimplikasi Pada Laba hingga Harga Saham TINS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah melaksanakan penertiban tambang timah ilegal dan penutupan jalur penyelundupan di Bangka Belitung sejak September 2025, mengikuti instruksi Presiden Prabowo Subianto. Operasi yang melibatkan TNI, Polri, dan Bea Cukai menargetkan sekitar 1.000 titik tambang ilegal. Menurut analis BRI Danareksa Andhika Audrey, langkah ini memberikan dampak positif bagi industri timah nasional. Penertiban membuka ruang bagi PT Timah Tbk (TINS) mengamankan pasokan bijih dari wilayah konsesinya, meningkatkan utilisasi fasilitas produksi, dan memulihkan kepercayaan investor.
Kinerja finansial TINS pada Semester I-2026 menunjukkan perbaikan signifikan. Perusahaan mencatat laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,71 triliun, melonjak lebih dari 9 kali lipat dari Rp 300,07 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Peningkatan didorong oleh kenaikan produksi, volume penjualan, serta perbaikan margin keuntungan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 12.36
Terimbas Penutupan Tambang Ilegal, Kinerja Keuangan TINS Melesat
Berita terkait
Analis Sebut Penertiban Tambang Ilegal Pacu Produksi Timah Nasional
JPNN.com · 10 Agustus 2026 pukul 19.10
Penertiban Tambang Ilegal Dinilai Titik Awal Tata Kelola Industri yang Lebih Sehat
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 07.34
Tambang Ilegal Ditertibkan, Kinerja Industri Timah Menguat
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 22.21
Anggota Komisi III Dukung Prabowo Minta Usut Tambang Ilegal: Tindak Bekingnya
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 14.38