Jakarta · Rabu, 16 September 2026Cari
WargaKonoha

Penyu Ditombak dan Dimasak, Ini Dampaknya bagi Ekosistem Laut

Seorang warga negara asing asal China berinisial WS ditangkap setelah menombak dan membunuh seekor penyu menggunakan speargun di Piaynemo, Raja Ampat, Papua Barat Daya. Aksi ini viral di media sosial dan WS pun mencoba melarikan diri dari Indonesia, namun berhasil ditangkap oleh petugas imigrasi di Bandar Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Penyu termasuk satwa yang dilindungi di Indonesia, sehingga aksi ini mendapat kecaman publik.

Menurut Mujiyanto dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), kasus ini menunjukkan celah dalam pengawasan wisata bahari. Penggunaan alat seperti speargun di kawasan konservasi harus dilarang, dan operator selam serta pemandu wisata perlu memastikan pemeriksaan peralatan serta pemberian briefing konservasi sebelum penyelaman.

Penyu sisik (Eretmochelys imbricata) yang dibunuh tidak hanya mengakibatkan hilangnya satu individu, tetapi juga menghilangkan potensi reproduksi setelah puluhan tahun pertumbuhan. Penyu memiliki peran ekologis penting dalam ekosistem terumbu karang. Untuk mencegah kasus serupa, pemerintah perlu memperkuat tiga aspek: pencegahan sebelum wisatawan masuk ke air, pengawasan di lapangan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, dan penegakan aturan yang konsisten. Regulasi yang ada seperti Rencana Aksi Nasional Konservasi Penyu dan Undang-Undang Kelautan sudah tersedia, namun implementasinya di lapangan masih perlu diperkuat.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait