Potret Manado Dikepung Kabut Asap Pekat Kebakaran Hutan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9367238/original/071862200_1791339826-WhatsApp-Image-2026-10-06-at-20.38.58.jpeg)
Kualitas udara Kota Manado, Sulawesi Utara, menurun sejak Agustus 2026 akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta debu musim kemarau. DLH Manado mendeteksi penurunan ini, dengan Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Leon Piri menyatakan asap Karhutla membuat udara semakin pekat. Debu meningkat akibat angin kencang dan polutan kendaraan. Pemantauan dilakukan di titik industri, perkantoran, transportasi, dan pemukiman, dengan hasil di bawah baku mutu. Kabut asap juga berasal dari Karhutla di Kalimantan dan Papua, dibawa angin lapisan atmosfer menengah-atas menuju Sulawesi Utara. Aktivitas pembakaran sampah dan pembukaan lahan oleh masyarakat memperburuk kondisi. Meski terdampak dari luar, Karhutla lokal juga kontribusi utama fenomena kabut asap terkini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 18.00
FOTO: Racun Asap Karhutla Masih Bekap Palembang
Detik.com · 5 Oktober 2026 pukul 11.26
Derita Warga Sesak Napas hingga Mata Perih Dampak Kabut Asap di Palembang
Berita terkait
Singapura Sudah Tak Sehat, Warga Diminta Waspada
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 15.00
FOTO: Karhutla Masih Membara di Palangka Raya
CNN Indonesia · 10 September 2026 pukul 14.31
Imbas Karhutla Mereda, Malaysia Cabut Status Darurat Kabut Asap
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 13.54
Singapura Sudah Darurat, Pemerintah Minta Warga Siaga Penuh
CNBC Indonesia · 6 September 2026 pukul 10.30