Prabowo Mau Bentuk Pengadilan Ad Hoc Tangani Penyelewengan di BUMN
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto mengusulkan pembentukan pengadilan ad hoc khusus untuk menyelidiki penyelewengan pengelolaan BUMN selama 30 tahun ke belakang. Ia menyatakan temuan pemerintah ada 1.074 BUMN beserta anak, cucu, dan cicit perusahaan, jauh lebih banyak daripada perkiraan awal 300-400 perusahaan. Prabowo menilai sebagian BUMN tidak produktif, mengalami kerugian, dan memiliki laporan keuangan yang tidak transparan. Pengadilan ad hoc akan menyelidiki dugaan penyalahgunaan oleh direksi BUMN. Pemerintah juga mempertimbangkan mekanisme amnesti bagi pengurus BUMN yang mengakui kesalahan dan bertobat, dengan keputusan sepenuhnya pada DPR. Untuk memperbaiki efisiensi, 290 BUMN telah ditutup dengan penghematan biaya overhead Rp50 triliun yang akan dialihkan untuk investasi dan peningkatan pelayan publik. Target akhir tahun, jumlah BUMN diproyeksikan hanya tersisa 300 perusahaan yang produktif dan menciptakan nilai tambah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 06.25
Bersih-bersih BUMN Lewat Pengadilan Ad Hoc
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 19.25
Prabowo Wacanakan Pengadilan Ad Hoc untuk BUMN, Menkum: Belum Dikaji Pemerintah
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 16.41
Prabowo Ingin Ada Pengadilan Ad Hoc Kasus Korupsi BUMN, Ini Alasannya
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 13.35
Istana soal Prabowo Mau Bentuk Pengadilan Ad Hoc: Semangat Benahi BUMN
Berita terkait
Pimpinan DPR Kaji Usul Presiden Prabowo soal Peradilan Ad Hoc BUMN
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 16.35
Sahroni Dukung Prabowo Bentuk Pengadilan Ad Hoc Khusus: BUMN Harus Sehat-Bersih
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 18.23
Prabowo Wacanakan Bentuk Pengadilan Ad Hoc untuk Usut Direksi BUMN 30 Tahun Terakhir
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 16.11
Prabowo Bongkar Borok BUMN: Kerja Seenaknya hingga Poles Laporan Keuangan
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 14.05