Prabowo Klaim Penghasilan Ojol Naik Berkat Aturan Baru
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto mengklaim penghasilan pengemudi ojek online (ojol) mengalami peningkatan signifikan berkat aturan baru terkait pembagian hasil. Dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Gedung MPR/DPR RI, Jumat 14 Agustus, Prabowo menjelaskan bahwa sebelumnya pengemudi hanya menerima 80 persen dari hasil kerja, sementara 20 persen dipotong oleh perusahaan aplikator. Pemerintah kemudian mendorong perubahan pembagian tersebut sehingga pengemudi kini mendapatkan 92 persen dari penghasilan mereka.
Prabowo mengatakan banyak pengemudi yang melaporkan kenaikan penghasilan yang cukup besar. Ada yang mengaku penghasilannya naik dua kali lipat, bahkan ada yang menyebut hingga tiga kali lipat dibandingkan sebelumnya. Ia mengakui bahwa perubahan ini terjadi karena intervensi pemerintah, meskipun secara resmi disebut sebagai 'rekomendasi' terhadap perusahaan aplikator. Prabowo berseloroh bahwa meskipun ia menggunakan istilah rekomendasi, sebenarnya pemerintah melakukan bentuk intervensi terhadap kebijakan pembagian hasil ojol tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 09.50
Target 30.000 Kopdes Prabowo, Pengamat: Itu Bukan Koperasi, Hanya Topeng Bisnis Pejabat
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 10.55
Berkah Koperasi Merah Putih, Prabowo: Pasar Tak Bisa Dikuasai Saudagar
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 18.01
PKB Bentuk Satgas Prabowonomics, Kawal Kebijakan Prabowo
Berita terkait
Ekonomi Indonesia: Konduktor, Panglima dan Komando
Detik.com · 9 Agustus 2026 pukul 08.30
Belajar dari Sejarah, Benteng Policy di Era Prabowo Perlu Pengawasan Ketat
SINDOnews · 29 Juli 2026 pukul 13.25
Desil 1 sampai 10 Artinya Apa? Kenali Kategori Kesejahteraan Keluarga
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 16.20
Sambut HUT RI, SOKSI Suarakan Urgensi Dampak Nyata Kemerdekaan bagi Rakyat
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 16.20