Presiden Putin Sebut Gencatan Senjata AS-Iran Terlalu Rapuh
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang disepakati pada Juni 2025 terlalu rapuh dan tidak stabil. Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela-sela KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Bishkek, Kirgistan. Putin menegaskan dukungan Rusia bagi Iran di tengah ketegangan militer dan politik, serta menyebutkan upaya bantuan Rusia kepada Iran melalui pasokan barang-barang kebutuhan pokok. Meskipun ketegangan ada, Moskow dan Tehran tetap mempertahankan kerja sama ekonomi, termasuk perjanjian perdagangan bebas antara Uni Ekonomi Eurasia dan Iran. Putin juga menyoroti peningkatan kerja sama di bidang kemanusiaan dan pendidikan, dengan jumlah mahasiswa Iran di Rusia mencapai 9.000 orang pada tahun akademik 2025-2026, termasuk 802 yang mendapat dukungan dana pemerintah Rusia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 2 September 2026 pukul 10.21
Bertemu Putin, Presiden Iran Apresiasi Dukungan Rusia Selama Perang Lawan AS
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 08.17
Putin Klaim Rusia Unggul di Perang Ukraina, Sebut Kepemimpinan Kyiv Teroris
Berita terkait
Presiden Pezeshkian Berterima Kasih Atas Sikap Rusia Selama Perang Timur Tengah
VOI · 2 September 2026 pukul 08.30
Rusia Kecam Rencana Latihan Militer Gabungan AS-Jepang-Australia
VOI · 2 September 2026 pukul 06.00
Iran Sebut AS Keliru Menganggap Negosiasi Sebagai Tindakan Mendikte
VOI · 2 September 2026 pukul 05.00
Presiden Zelensky Mengklaim Presiden Putin Ingin Perang Terus Berlanjut
VOI · 1 September 2026 pukul 13.30