Jakarta · Rabu, 2 September 2026Cari
WargaKonoha

Iran Sebut AS Keliru Menganggap Negosiasi Sebagai Tindakan Mendikte

Iran menuduh Amerika Serikat (AS) keliru menganggap proses negosiasi sebagai bentuk mendikte, menurut pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada 1 September. Baghaei menyatakan bahwa pendekatan agresif AS tidak akan berhasil menghadapi Iran dan menuduh Washington bertindak dengan 'itikad buruk' serta terjebak dalam kesalahan strategis. Menyinggung serangan AS terbaru terhadap Pulau Khark, Baghaei menegaskan bahwa pasukan Iran siap merespons setiap aksi serangan lanjutan. Ia juga menyampaikan bahwa AS telah melanggar Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad yang sebelumnya ditandatangani oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dengan menyatakan bahwa komitmen AS dalam perjanjian tersebut tidak dihormati sekitar tiga minggu setelah penandatanganan. Baghaei menambahkan bahwa Iran akan menilai langkah selanjutnya terkait perjanjian tersebut berdasarkan dinamika yang ada, sambil menuduh AS terus menerapkan sanksi, blokade laut, dan 'perang ekonomi' terhadap Iran. Meskipun ketegangan masih tinggi, Iran menyatakan kesiapan untuk tetap menggunakan diplomasi guna melindungi kepentingan nasionalnya.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait