Selat Hormuz Makin Horor, Harga Minyak Dunia Cetak Rekor Terparah Sepanjang Juli
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pada penutupan perdagangan Jumat, 31 Juli 2026, harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan signifikan. Minyak Brent berjangka naik USD1,09 atau 1,2% ke posisi USD90,12 per barel, sedangkan minyak West Texas Intermediate (WTI) AS terkerek USD1,08 atau 1,3% menjadi USD84,67 per barel. Lonjakan ini mengunci kinerja bulanan terkuat sejak Maret, dengan Brent mencatat kenaikan 24% dan WTI 21% sepanjang bulan Juli.
Kenaikan harga dipicu oleh kepanikan pasar terhadap laporan terbaru dari Kantor Berita Fars yang menyebutkan bahwa Garda Revolusi Iran telah menghentikan paksa dua kapal tanker yang mencoba transit di Selat Hormuz. Selain itu, empat kapal tanker lainnya terpaksa mengubah haluan. Data pelacakan kapal dari Kpler mengonfirmasi bahwa lalu lintas di jalur tersebut kini sangat minim.
Selat Hormuz merupakan urat nadi pasokan minyak global, yang sebelumnya membawa sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam dunia. Perang di Iran yang pecah sejak 28 Februari telah melumpuhkan lalu lintas di selat tersebut, memangkas jutaan barel output Timur Tengah per hari. Situasi ini menjadi alarm merah bagi pemulihan ekonomi global yang bergantung pada stabilitas harga energi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 13.00
AS-Iran Masuk Babak Baru, Trump Batalkan Serangan Terbesar Sejak PD 2
CNN Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 10.58
Harga Minyak Anjlok Nyaris 5% ke US$83 usai Trump Tunda Serang Iran
Liputan6.com · 3 Agustus 2026 pukul 07.45
Donald Trump Batalkan Serangan ke Iran, Harga Minyak Anjlok 4,5%
Liputan6.com · 2 Agustus 2026 pukul 22.02
OPEC+ Sepakat Naikkan Produksi Minyak Mulai September 2026
Berita terkait
Harga Minyak Merosot Setelah Ekspor Lewat Selat Hormuz Meningkat
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 07.53
Harga Minyak Hari Ini Melambung Setelah Selat Hormuz Belum Bakal Dibuka
Liputan6.com · 12 Agustus 2026 pukul 08.26
Harga Minyak Dunia Mandek di US$87,8 saat Harapan Damai AS-Iran Redup
CNN Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 08.50
Bos Chevron Nyalakan Sinyal Bahaya Pasar Energi Global,AS Siapkan Pipa Rahasia?
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 08.16