Jakarta · Sabtu, 29 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Rampas Aset

Demo penolakan RUU Perampasan Aset yang digerakkan oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) berakhir lebih cepat dari jadwal semula. Tokoh sentral demo, dikenal sebagai Mas Botok dari Pati, Jawa Tengah, memastikan aksi tetap fokus pada tujuan utama: agar RUU tersebut disahkan oleh DPR. Setelah tujuan tercapai, ia memutuskan untuk membubarkan aksi dan pulang bersama massa dari Pati.

DPR berupaya meredam protes dengan mengundang Lukman Hakim, seorang tokoh muda dari Pati, untuk memberikan pendapat di Gedung DPR. Namun, langkah ini malah memicu kemarahan publik karena dianggap tidak mewakili suara kelompok Mas Botok. Selain itu, rekening donasi milik Mas Botok di Bank Mandiri juga dibekukan, sehingga dana yang terkumpal dari simpatisan tidak dapat digunakan untuk mendanai perjalanan ke Jakarta.

Beberapa pihak, termasuk para sutradara aksi, menginginkan agar demo berlanjut hingga matahari tenggelam agar dapat memanfaatkan kondisi gelap untuk melakukan aksi yang lebih dramatis. Namun, keputusan Mas Botok untuk mengakhiri aksi justru mendapat kritik dari sebagian pendukung yang merasa telah berkorban dengan menyumbangkan waktu, dana, dan tenaga untuk aksi tersebut.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait