Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

RI Darurat Tata Kelola Ekspor Nikel Cs, Industri Sudah Berdarah-Darah!

Tata kelola ekspor mineral Indonesia menghadapi masalah serius akibat penambahan pemeriksaan kandungan Logam Tanah Jarang (LTJ) yang menyebabkan ekspor nikel, timah, bauksit, dan komoditas lain tertahan. Sebanyak 120 laporan surveyor belum keluar dan sebuah kapal dari IWIP tertahan selama seminggu, memicu kekhawatiran pelaku usaha yang mendesak kepastian regulasi. Ketua Forum Industri Nikel Indonesia, Arif Perdanakusumah, menyebut situasi ini sebagai kondisi darurat dengan kekosongan regulasi LTJ yang mengganggu aktivitas ekspor.

Industri nikel menghadapi tekanan berlapis, termasuk dampak geopolitik Timur Tengah yang meningkatkan biaya energi dan logistik, kenaikan tarif royalti, keterbatasan pasokan bijih akibat RKAB, serta kebijakan LTJ. Harga sulfur impor dari Timur Tengah melonjak dari sekitar US$220 per ton pada 2025 menjadi US$1.200 per ton, mengikis biaya produksi. Asosiasi Bauksit Indonesia menekankan bahwa LTJ merupakan mineral ikutan dengan kandungan sangat kecil, dan pengaturannya harus dibedakan dari komoditas utama. Di Indonesia belum ada teknologi memadai untuk menganalisis LTJ secara mendalam.

Pelaku usaha mendesak pemerintah segera memberikan kepastian regulasi agar ekspor tidak terus terganggu. Mereka menyarankan agar pengaturan LTJ diserahkan kepada Kementerian ESDM yang sudah memiliki kerangka aturan, mengingat upaya hilirisasi yang sudah dijalankan kini terhambat.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait