Tok! Pemerintah Sudah Buka Lagi Keran Ekspor Mineral Nikel Cs
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia membuka kembali ekspor produk mineral seperti nikel dan timah mulai pekan ini setelah sempat tertahan karena isu regulasi Logam Tanah Jarang (LTJ). Keputusan ini diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional, meski ekspor LTJ sebagai produk utama masih dilarang. Revisi regulasi terkait tata kelola LTJ sedang diselesaikan secara paralel.
Sebelumnya, aktivitas ekspor terganggu akibat keraguan dari instansi terkait, menyebabkan sekitar 120 kapal tertahan di pelabuhan. Para pelaku usaha di industri nikel menghadapi tekanan berlapis, termasuk dampak geopolitik Timur Tengah yang memicu kenaikan harga sulfur dari US$220 per ton menjadi US$1.200 per ton pada 2025, serta kenaikan biaya produksi lainnya.
Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) menyoroti kebingungan akibat aturan LTJ yang belum jelas, yang menghambat ekspor dan menimbulkan kerugian besar. Pemerintah terus berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk menyelesaikan regulasi guna mendukung kelancaran aktivitas ekspor ke depan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 07.25
KSP & Bahlil Buka Suara soal Ekspor 'Harta Karun' RI
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 19.30
Bahlil Buka Suara soal Eskpor Tertahan Karena Aturan Logam Tanah Jarang
Liputan6.com · 3 Agustus 2026 pukul 19.00
Bahlil: Indonesia Belum Punya Industri Logam Tanah Jarang
Liputan6.com · 3 Agustus 2026 pukul 13.16
Larangan Ekspor Logam Tanah Jarang Berlaku untuk Produk Utama, Mineral Ikutan Bebas
Berita terkait
Keran Ekspor Nikel Cs Dibuka Lagi, Ini Reaksi Pengusaha
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 16.15
Ekspor Nikel Cs Disetop, DPR Minta Pemerintah dan Aparat Rembuk Bareng!
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 15.05
RI Darurat Tata Kelola Ekspor Nikel Cs, Industri Sudah Berdarah-Darah!
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 14.25
RI Lepas 100 Kapal Ekspor Mineral Senilai Rp 2,2 Triliun
Detik.com · 8 Agustus 2026 pukul 21.30