Rumah di Pondok Indah Belum Tentu Masuk Desil 10, Kok Bisa?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rumah di kawasan elit seperti Pondok Indah tidak selalu menjamin seseorang masuk ke desil 10 tertinggi dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Hal ini karena pengelompokan desil tidak hanya didasarkan pada pengeluaran, tetapi juga mempertimbangkan faktor lain seperti pendidikan, kepemilikan barang, dan komposisi keluarga. Misalnya, seseorang yang tinggal di Pondok Indah namun hanya berpendidikan SMP mungkin tidak tergolong dalam desil tertinggi. Menurut Wakil Ketua Forum Masyarakat Statistik Turro Wongkaren, banyak masyarakat yang bingung ketika melihat tetangganya yang memiliki rumah lebih besar justru masuk ke kategori penerima bantuan sosial, padahal dirinya tidak. Hal ini terjadi karena ukuran desil tidak mempertimbangkan satu aspek semata, melainkan gabungan dari seluruh karakteristik sosial dan ekonomi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 14.47
PDIP: Rakyat Kecil Dipaksa Membuktikan Kemiskinannya Sendiri
SINDOnews · 4 September 2026 pukul 16.55
DPR Minta Pemerintah Bentuk Tim Khusus Benahi Anomali Data Desil
kumparan · 4 September 2026 pukul 13.16
Polemik Desil Bermasalah, Komisi VIII Usul Pemerintah Bentuk Tim Khusus
CNN Indonesia · 4 September 2026 pukul 07.00
Mengapa Perhitungan Kemiskinan BPS dan Bank Dunia Berbeda?
Berita terkait
Gaji UMR Tapi Masuk Desil 10? Begini Penjelasannya
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 16.45
BPS: Desil Bukan Ukuran Tunggal Kondisi Ekonomi Keluarga
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 17.30
Ungkap Efek Horor Impor Pangan, Zulhas Ingat Kata-kata Menohok Prabowo
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 16.15
Desil 9-10 Mau Dibatasi Konsumsi Pertalite, Darimana Sumber Datanya?
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 14.30