BI Buka Suara Soal Dolar AS Rp17.900, Ini Biang Keroknya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) menyatakan pelemahan rupiah ke Rp17.900/US$ pada 24 September 2026 dipengaruhi oleh ekspektasi pengetatan kebijakan moneter AS serta kebutuhan dolar importir menjelang akhir kuartal III. Tekanan global mencakup kekhawatiran inflasi global, outlook fiskal AS, dan ketidakpastian konflik Timur Tengah yang menaikkan harga minyak Brent di atas US$100 per barel. Di sisi domestik, arus keluar portofolio dan peningkatan kebutuhan valas importir memperburuk situasi. BI terus melakukan intervensi pasar melalui NDF, spot, DNDF, serta pembelian SBN, sekaligus memperluas insentif swap dan DNDF. Meski demikian, rupiah tetap menguat 0,46% quarter-to-date dan didukung oleh cadangan devisa US$146,5 miliar pada akhir Agustus 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 11.26
Rupiah Anjlok di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 11.00
Nilai Tukar Rupiah Melemah, Lonjakan Harga Minyak Jadi Penekan
JawaPos · 24 September 2026 pukul 09.45
Rupiah Melemah Dipengaruhi Harga Minyak Yang Kembali Melonjak
ANTARA News · 24 September 2026 pukul 09.26
Rupiah melemah dipengaruhi harga minyak yang kembali melonjak
Berita terkait
Rupiah Ditutup Melemah 0,11%, Dolar AS Naik ke Rp17.715
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 15.04
Breaking! Rupiah Melemah 0,59%, Dolar AS Tembus Rp17.900
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 09.22
BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Menguat ke Rp17.795 per Dolar AS
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 15.08
Dolar AS Kini Rp17.855, BI Beri Penjelasan dan Ramal Situasi ke Depan
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 14.21