Rupiah menguat seiring penurunan harga minyak yang cukup besar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rupiah menguat terhadap dolar AS di pasar spot, ditutup pada Rp17.925 per dolar AS, naik 56 poin atau 0,31 persen dari penutupan sebelumnya di Rp17.981. Penguatan ini didorong oleh penurunan harga minyak dunia setelah Arab Saudi melanjutkan kembali separuh ekspor minyak mentah melalui jalur pipa Timur-Barat pascaperbaikan kerusakan akibat serangan pesawat nirawak. Analis Doo Financial Lukman Leong menjelaskan bahwa pemulihan pasokan minyak dari Timur Tengah dan peningkatan lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz juga mendukung sentimen pasokan yang membaik. Harga minyak Brent turun 2,8 persen ke 102,35 dolar AS per barel, sementara WTI merosot 3,8 persen ke 89 dolar AS per barel. Bank Indonesia dilaporkan kembali melakukan intervensi di pasar spot, NDF, dan DNDF untuk menstabilkan mata uang. Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp17.925-Rp18.025 per dolar AS.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 09.10
Rupiah Tertekan di Awal Perdagangan, Dekati Level Psikologis ke Rp18.000 per USD
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 07.25
Rupiah Makin Terseok-seok, Cerita Dolar Balik Rp16.000 Mustahil
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 16.07
Rupiah Lesu di Rp17.981 per Dolar AS Sore Ini
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 14.00
BI Ungkap Penyebab Rupiah Kembali Tembus Rp18 Ribu per Dolar AS
Berita terkait
BI Ungkap 3 Biang Kerok Nilai Tukar Rupiah Melemah
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 13.10
Nilai Tukar Rupiah Kembali Tertekan, Investor Tunggu Keputusan BI
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 11.00
Rupiah Melemah Tergerus Sentimen Global, BI Siap Intervensi Pasar
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 12.15
BI Ungkap Penyebab Dolar AS Tembus Rp 18.000
Detik.com · 29 September 2026 pukul 12.06