Sanksi AS pada Iran Upaya Mencapai Apa yang Tak Bisa Dicapai Kekuatan Militer
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Setelah enam bulan perang tidak membuahkan hasil militer atau diplomatik, Amerika Serikat mengeluarkan sanksi baru terhadap Iran sebagai upaya alternatif untuk mencapai tujuan yang gagal dicapai kekuatan militer. Peneliti senior Center for International Policy, Sina Toossi, menyatakan bahwa sanksi AS merupakan bentuk tekanan ekonomi tambahan yang membutuhkan dukungan China dan mitra dagang lainnya untuk efektif. Iran menanggapi dengan kebijakan serupa, berupaya memperluas perdagangan darat, menggunakan mata uang nasional, serta memperkuat hubungan dengan China dan Rusia untuk mengurangi ketergantungan pada saluran keuangan UAE. Sementara itu, pertemuan antara Menlu Oman Badr Albusaidi dan Menlu Iran Abbas Araghchi di Teheran dilakukan untuk melanjutkan pembicaraan mengenai Selat Hormus.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 15.38
Pakistan Mediasi Konflik Iran-AS, Dorong Revitalisasi MoU Islamabad
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 13.59
AS Perketat Sanksi Ekonomi Iran, Targetkan 5 Sektor Vital dan 60 Entitas
VOI · 25 Agustus 2026 pukul 11.09
Lima Sektor Ini Jadi Target Sanksi Ekonomi AS ke Iran
JawaPos · 25 Agustus 2026 pukul 09.01
Harga Minyak Mentah Dunia Menguat Tipis Usai AS Perketat Sanksi atas Iran
Berita terkait
Tetap Jadi Sekutu Sejati Iran, Sanksi AS kepada China Tak Akan Terwujud
SINDOnews · 25 Agustus 2026 pukul 13.30
AS Ancam Sanksi Berat Negara yang Berdagang dengan Iran, China Masuk Daftar
SINDOnews · 25 Agustus 2026 pukul 09.00
Di Ambang Krisis, Iran Terancam Naikkan Harga BBM hingga Rp11.000 per Liter
SINDOnews · 25 Agustus 2026 pukul 08.08
AS Segera Terapkan Operasi Economic D-Day, Trump Sesumbar Iran Akan Kolaps
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 20.45