Sejuta Jalan Menuju Roma! Iran Gabung Bank Pembangunan BRICS Lawan AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Iran berencana bergabung dengan Bank Pembangunan Baru (NDB) BRICS pada September mendatang untuk memperkuat kerja sama moneter bilateral dan trilateral. Langkah ini bertujuan memberikan akses pembiayaan bagi proyek infrastruktur, transportasi, sanitasi, dan digital, guna mengatasi keterbatasan modal internasional akibat sanksi Barat serta konflik dengan AS dan Israel.
Kondisi ekonomi Iran saat ini kritis dengan inflasi mencapai 87,9% per Juli 2026 dan prediksi kontraksi ekonomi sebesar 5,4% dengan GDP nominal US$300,3 miliar. Meskipun NDB menyatakan keanggotaan terbuka bagi semua anggota PBB, AS mengancam tarif impor 25% bagi negara yang bertransaksi dengan Iran. Saat ini, China menjadi mitra dagang utama yang menyerap lebih dari 80% ekspor minyak laut Iran pada 2025.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 19.45
Iran Gabung Bank BRICS, Makin Yakin Tinggalkan Dolar Bersama Negara Berkembang
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 16.40
Rupiah Diprediksi Berpotensi Melemah pada Senin
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 16.26
Trump Sesumbar soal Hormuz, Parlemen Iran Ejek 'Sembunyi di Truk Makanan'
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 07.53
Gertak Balik AS, Iran Minta Trump Berhenti Berkhayal Kuasai Selat Hormuz
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Meroket Lagi usai Trump Tolak Mentah-mentah Proposal Damai Iran
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 11.51
Harga Minyak Dunia Turun Tipis Usai Iran Buka Peluang Akur dengan AS
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 11.53
Saatnya BRICS Patahkan Dominasi Dolar, Pakar Ungkap Potensi Rombak Tatanan Finansial Dunia
SINDOnews · 16 September 2026 pukul 19.05
Trump Ngaku Tergoda Ambil Minyak Iran, Perang Disebut Bisa Balik Modal
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 13.35