Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Respons Klaim Trump, Iran Beri Jawaban Terbaru soal Selat Hormuz

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat memanas kembali terkait penguasaan Selat Hormuz. Pejabat senior Iran, Hossein Taeb, menegaskan Selat Hormuz berada di bawah kendali penuh Iran, membantah klaim Presiden Trump bahwa AS memiliki "kendali penuh" atas jalur pelayaran strategis tersebut. Iran juga menyatakan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz sampai pihak lain memenuhi komitmen dalam kesepakatan sementara sebelumnya, dan memperingatkan akan bertindak lebih ofensif jika konflik kembali pecah.

Klaim saling bertolak belakang ini mencerminkan perebutan pengaruh atas salah satu jalur energi paling penting di dunia. Selat Hormuz menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab, dan sebelum konflik, sekitar seperlima pasokan minyak serta gas alam cair global melalui jalur tersebut. Setelah perang yang dimulai dengan serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari, Teheran menutup selat tersebut, lalu AS memberlakukan blokade laut terhadap Iran.

Pada Juni lalu, kedua negara sempat mencapai kesepakatan gencatan senjata permanen dengan pemulihan kebebasan navigasi, namun perjanjian itu runtuh hanya dalam beberapa pekan. Iran kembali menyerang kapal yang dianggap melanggar pengaturan perjanjian, memicu AS melanjutkan serangan terhadap provinsi-provinsi selatan Iran.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait