Setahun tanpa Kepastian, Sherly Tjoanda Kritik Lambatnya Redistribusi Lahan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengkritik lambatnya redistribusi lahan di wilayahnya yang menggantung selama satu tahun. Dari potensi TORA 36.200 hektar, hanya 32% (11.700 hektar) yang disertifikasi. Sampai kini, 16.000 hektar yang sudah clear belum dibagikan karena proses birokrasi di Kementerian ATR/BPN yang lambat. Sherly menyoroti Gubernur hanya diberi tanggung jawab tanpa kewenangan eksekusi dalam GTRA. Ia juga mengusulkan pembentukan BRAN dengan mekanisme batas waktu 30-60 hari untuk memecah kebuntuan perizinan lahan eks-transmigran yang mendadak jadi kawasan hutan lindung.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 15 September 2026 pukul 20.11
Di DPR, Sherly Tjoanda Curhat Kena PHP 1 Tahun: Lahan 16 Ribu Ha Belum Dibagikan
CNN Indonesia · 15 September 2026 pukul 20.50
Sherly Tjoanda Curhat di DPR Kena 'PHP' ATR/BPN Pimpinan Nusron
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 18.04
'Di-PHP Setahun!' Gubernur Maluku Utara Sherly Keluhkan 16 Ribu Hektare TORA Belum Dibagikan
Detik.com · 15 September 2026 pukul 14.49
Di DPR, Sherly Tjoanda Curhat Tak Dapat Kepastian 16 Ribu Ha Tanah untuk Petani
Berita terkait
Gubernur Malut Sherly Keluhkan Redistribusi Lahan di DPR
Liputan6.com · 15 September 2026 pukul 14.45
Purbaya Dipecat, Apakah Keterusterangan Jadi Harga Politik?
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 20.02
Ketua Komisi II Usul Gubernur Jadi Kepala Badan Baru BRAN di Tingkat Provinsi
kumparan · 15 September 2026 pukul 17.08
Dirjen Bea Cukai Bicara Nasib Ratusan Pejabat yang Dirombak Purbaya
Detik.com · 15 September 2026 pukul 15.55