Siaga Penuh! Spanyol Kerahkan Militer Halau Imigran Ilegal di Ceuta
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Spanyol mengerahkan militer dan 200 polisi khusus ke Ceuta, wilayah kantong di Afrika Utara yang berbatasan dengan Maroko, untuk menghadapi masuknya ribuan migran ilegal. Televisi pemerintah TVE melaporkan bahwa 2.000 hingga 3.000 migran menyeberang ke Ceuta pada Kamis (30/7/2026) melalui laut dan darat dari Maroko. Rekaman video memperlihatkan ratusan migran berenang atau mengapung di atas ban dari sisi Maroko, sementara di darat mereka menerobos gerbang perbatasan.
Pihak berwenang Maroko dilaporkan menembakkan meriam air untuk mencegah migran menyeberang, namun upaya tersebut tidak berhasil menghentikan mereka. Di kota otonom Melilla, bentrokan terjadi di perbatasan Beni Ansar, dengan tiga kendaraan dibakar dan korban luka dilaporkan. Sembilan jenazah ditemukan di Ceuta, menambah jumlah korban jiwa menjadi 60 migran tewas dalam beberapa bulan terakhir saat mencoba menyeberang ke wilayah Spanyol. Banyak toko di Ceuta tutup karena pemilik bisnis menganggap sumber daya polisi tidak mencukupi dan memilih melindungi bisnis serta keluarga mereka.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 00.15
4 Fakta Pulau Ceuta, Wilayah yang Direbutkan Spanyol dan Maroko
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 21.30
49.000 Migran dari Maroko Memasuki Wilayah Ceuta Spanyol
ANTARA News · 31 Juli 2026 pukul 14.09
Krisis migrasi, Spanyol tutup perbatasan dengan Maroko dekat Melilla
Berita terkait
Serbuan Migran Ceuta, Tanggung Jawab Siapa?
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 15.57
Pemerintah Maroko Bantah Tuduhan Terkait Gelombang Migran ke Ceuta
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 10.09
Ini Alasan Iran Bikin Sayembara Bunuh Tentara AS Dapat Rp534 Juta dan Rp1 Miliar bagi Kontestan Perempuan
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 06.10
Panglima Militer Iran: 1 Kepala Tentara AS Dihargai Rp534 Juta
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 04.40