Jakarta · Senin, 31 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Sudaryono Temui Purbaya, Begini Jadinya Perombakan Besar MBG!

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono bertemu dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas perombakan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pertemuan ini bertujuan menyelaraskan penggunaan anggaran, pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan pemantauan menu makanan agar lebih efisien dan tepat sasaran. Program MBG, yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto, memakan anggaran ratusan triliun dan menjadi sorotan publik serta investor karena potensi dampaknya pada defisit anggaran nasional.

BGN telah menetapkan 27.022 SPPG dari total 27.485 unit yang terdaftar, sementara 463 SPPG lainnya disuspensi karena masalah administratif atau data yang tidak lengkap. Dari 463 SPPG yang disuspensi, tujuh unit diketahui bermasalah, seperti dapur yang tidak beroperasi atau lokasi yang tidak ditemukan, sehingga dicoret secara permanen. Selain itu, sekitar 80 sekolah swasta elit dan sekolah berasrama seperti Taruna Nusantara dikecualikan dari alokasi MBG karena dianggap mampu menyelesaikan kebutuhan gizi siswanya secara mandiri.

BGN juga melakukan penyisiran data penerima manfaat, yang mengurangi jumlah penerima sekitar 6 juta orang akibat pencatatan ganda. Saat ini, sekitar 2.700 SPPG siap beroperasi di wilayah 3T, pondok pesantren, dan luar Jawa, sementara 13.000 SPPG lainnya masih dalam antrean. Pemerintah menegaskan tidak akan meminta anggaran tambahan pada 2026, dengan pagu yang tersedia dianggap cukup untuk mendukung ekspansi program secara bertahap. Insentif SPPG sebesar Rp6 juta per hari juga akan diubah agar lebih tepat sasaran.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait