Sumbang Devisa Lebih Rp356 Triliun, Indonesia Perlu Perkuat Aliansi dengan Negara Produsen Sawit
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia perlu memperkuat aliansi dengan negara produsen sawit untuk menjaga posisi tawar, akses pasar, dan stabilitas komoditas sawit yang menyumbang devisa lebih dari USD20 miliar (Rp356 triliun) per tahun. Penguatan kerja sama diperlukan untuk menghadapi hambatan perdagangan global dan menjaga daya saing industri sawit. Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) menjadi wadah koordinasi penting, namun perannya harus ditingkatkan dari forum dialog menjadi aksi bersama dalam diplomasi perdagangan, keberlanjutan, promosi, pengembangan pasar, dan riset. Saleh Husin meminta BPDP menjadi katalysator kerja sama internasional melalui penggunaan dana sawit untuk riset bersama, promosi, diplomasi, standar keberlanjutan, pengembangan pasar baru, dan pertukaran teknologi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 20.32
Ekonom Nilai B50 Bisa Menghemat Cadangan Devisa & Mendorong Transformasi Ekonomi
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 16.45
PT DSI Sudah Analisis 6.500 Transaksi Ekspor Senilai USD 14 M
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 14.51
Prabowo Ungkap Danantara Temukan Potensi Penerimaan Negara USD 5 Miliar
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 14.31
Tak Hanya 3 Komoditas Utama, Prabowo Akan Perluas Pengawasan PT DSI ke Seluruh Produk Ekspor
Berita terkait
Mendag hadiri G20 TMM suarakan kepentingan perdagangan nasional
ANTARA News · 29 September 2026 pukul 06.59
Gelar Demo, SPKS Desak DSI Tak Bebankan Margin Ekspor kepada Petani Sawit
JawaPos · 26 September 2026 pukul 08.11
Mendag Ungkap Alasan RI Ngotot Kejar Perjanjian Dagang dengan AS
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 20.23
PLBN Entikong Catat Nilai Ekspor Capai Rp 111,7 Miliar di Agustus 2026
Detik.com · 25 September 2026 pukul 19.03