Sungai Kapuas Kering, Pengusaha Beberkan Dampaknya ke Bisnis Batu Bara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kondisi kekeringan di sejumlah sungai utama di Kalimantan, termasuk Sungai Kapuas, akibat kemarau panjang dan fenomena El Nino, mulai berdampak pada aktivitas pengangkutan batu bara menggunakan kapal tongkang. Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI), Gita Mahyarani, menyatakan bahwa penurunan muka air sungai telah membatasi draft kapal tongkang sehingga kapasitas angkut tidak dapat dimaksimalkan. Hal ini berpotensi meningkatkan stok batu bara sementara di area tambang dan stockpile pelabuhan.
Sungai Kapuas di Kalimantan Barat kini tampak seperti gurun pasir, dengan hamparan pasir yang terbuka selebar kiriman kapal tongkang yang kandas hampir tiga bulan di Kampung Sungai Raya, Sekadau Hilir. Warga setempat memanfaatkan kondisi ini sebagai lokasi wisata dadakan untuk bersantai dan menikmati pemandangan matahari terbenam.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung membantah isu penundaan operasional kapal tongkang disebabkan oleh kebijakan pembatasan kuota produksi. Ia menegaskan masalah utama adalah penyusutan debit air sungai yang menyebabkan kapal tongkang tidak dapat berlayar. Dampak ini terutama terasa di wilayah Kalimantan Timur dan sekitarnya, di mana mobilisasi logistik pertambangan terhambat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 04.45
Kapal Tongkang Tersangkut di Kapuas, ESDM: Air Surut, Bukan Produksi
Berita terkait
Sungai Kapuas Mengering, Kapal Tongkang Batu Bara Tak Bisa Berlayar
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 09.20
Sungai Kapuas Kering, Kapal Tongkang Batu Bara Tak Bisa Berlayar
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 19.15
Kapal Tongkang Tak Bisa Berlayar, Stok Batu Bara RI Numpuk!
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 20.25
Sungai Kapuas Mengering, Aktivitas Angkut Batu Bara Mulai Terdampak
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 19.05