Sutrimo Winda
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
.jpeg)
Winda Lorenza Gowasa tewas ditembak di kamar mandi rumah bekas mertuanya di Medan. Sutrimo, penjaga rumah Febrie Adriansyah, meninggal dunia secara mencurigakan di Jakarta. Media sosial mengaitkan kedua kematian ini dengan kasus korupsi tingkat tinggi.
Sutrimo dihubungkan dengan penemuan uang Rp 460 miliar dan emas 74 kg di rumah Febrie Adriansyah, pejabat tinggi di Kejaksaan Agung yang menangani pemberantasan korupsi. Winda terkait kasus korupsi di Ditjen Bea Cukai di mana ia menjadi saksi yang sudah diperiksa KPK.
Lima orang ditetapkan tersangka dalam kasus Bea Cukai. Tiga pejabat tinggi Ditjen Bea Cukai: Rizal (direktur penindakan dan penyidikan), Sisprian Subiaksono (kepala Subdirektorat Intelijen), dan Orlando Hamonangan (kepala seksi intelijen). Dari PT Blueray Cargo: John Field (pemilik), Andri (bertanggung jawab dokumen importasi), dan Dedy Kurniawan (manajer operasional). Perusahaan Blueray Cargo naik daun karena jasa impor-ekspor lebih murah dan cepat lolos bea cukai.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 12.43
KPK Dalami Dugaan Unit Wisma Atlet terkait Kasus Bea Cukai-Blue Ray
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 12.33
KPK Ungkap Ada Dugaan Intimidasi ke Saksi Kasus Blueray-Bea Cukai
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 05.55
KPK Usut Penyewaan Unit Wisma Atlet dalam Kasus Bea Cukai
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 22.29
KPK Periksa Pengelola Wisma Atlet di Kasus Bea Cukai, Ini yang Ditelusuri
Berita terkait
Periksa Istri Bos BlueRay, KPK Dalami Bukti Transfer ke Pejabat Bea Cukai
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 22.22
KPK Periksa Iskandar Sitorus dan Pegawai Bea Cukai
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 13.13
KPK Ingatkan Jangan Ada Upaya Intimidasi ke Saksi Kasus Bea Cukai
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 10.04
KPK Panggil Kabiro SDM Kemenkeu Terkait Pengembangan Kasus Bea Cukai
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 16.09