Terungkap Chat Pejabat Bea Cukai Sebelum OTT: 'Kita Lagi Dipantau'
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9348219/original/092114800_1789391859-IMG_20260914_113301_409.jpg)
Para pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mengetahui sedang dipantau oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelum operasi tangkap tangan (OTT) pada awal Februari 2026. Hal ini terungkap dari percakapan WhatsApp antara Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Orlando Hamonangan dan mantan Kasubdit Intelijen P2 Sisprian Subiaksono, yang ditampilkan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Senin (14/9/2026). Jaksa KPK menanyakan pesan 'Hati-hati, kita lagi dipantau' yang dikirim sehari atau dua sebelum OTT, yang kemudian dikonfirmasi oleh Orlando. Pesan tersebut terkait dengan dugaan penerimaan suap dari pengusaha impor agar proses kepabeanan dapat diproses lebih cepat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 14 September 2026 pukul 15.07
Chat WA Terdakwa Kasus Bea Cukai ke Rekan Sebelum Kena OTT KPK: Hati-hati Coy
Detik.com · 14 September 2026 pukul 15.56
Jaksa Cecar Pejabat Bea Cukai soal Dugaan OTT KPK Bocor: Siapa yang Spill?
SINDOnews · 14 September 2026 pukul 20.53
KPK Panggil 3 Orang BPK sebagai Saksi Kasus Suap Audit Muara Enim
kumparan · 14 September 2026 pukul 16.03
Kasus Suap Proyek Pemkab Bekasi: Bupati Ade Kuswara Divonis 6 Tahun Penjara
Berita terkait
KPK Ungkap Alasan Sempat Segel Ruang Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi
CNN Indonesia · 10 September 2026 pukul 11.41
Ruangan Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama Sempat Disegel KPK
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 06.16
Jaksa Ungkap Peristiwa Hilangnya Segel KPK di Pintu Ruang Kerja Dirjen Bea Cukai
VOI · 9 September 2026 pukul 20.01
Pengacara Budiman Bayu Respons Kesaksian Bos Blueray di Sidang Kasus Bea Cukai
Detik.com · 7 September 2026 pukul 15.00