Tiba China Hadapi Dilema, Dolar AS atau Membantu Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

China sedang berada di tengah tekanan dari Amerika Serikat terkait perdagangan minyak Iran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperingatkan bahwa entitas yang memfasilitasi transaksi atau menghindari sanksi terhadap Iran berisiko kehilangan akses ke sistem keuangan AS. China merupakan pembeli terbesar minyak Iran, dengan lebih dari 80% minyak Iran yang diekspor ke negeri tirai bambu melalui jalur laut, menurut data Kpler yang dikutip Reuters. Upaya ini menjadi bagian dari 'Operation Economic Outcast' yang diluncurkan oleh pemerintahan Donald Trump untuk memperluas tekanan ekonomi terhadap Iran. Meskipun Washington belum menjatuhkan sanksi langsung terhadap bank-bank besar China, ancaman ini menimbulkan ketegangan dalam hubungan ekonomi kedua negara. China menegaskan penolakannya terhadap sanksi sepihak yang tidak didukung oleh hukum internasional atau mandat PBB, sambil menyatakan akan melindungi kepentingan nasionalnya. Namun, China masih bergantung pada dolar AS untuk perdagangan global, sehingga pemutusan akses ke sistem keuangan AS dapat berdampak signifikan pada ekonomi negerinya. Untuk mengurangi ketergantungan ini, China telah mengembangkan sistem pembayaran lintas negara (CIPS) sebagai instrumen alternatif. Menurut Peter Alexander dari Z-Ben, CIPS berfungsi sebagai alat lindung nilai geopolitik. Ekonom senior Tianchen Xu menambahkan bahwa dominasi dolar membuat ancaman pemutusan akses menjadi 'pedang bermata dua', sehingga langkah Washington harus dipertimbangkan secara cermat agar tidak merusak hubungan ekonomi kedua negara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 02.09
Tak Gentar, China Jawab Ancaman AS yang Minta Iran Dikucilkan dari Hubungan Bisnis
Warta Ekonomi · 25 Agustus 2026 pukul 19.44
Iran dan China Kompak Lawan Tekanan Ekonomi AS, Sebut Strategi Lama yang Didaur Ulang
Detik.com · 25 Agustus 2026 pukul 19.07
Kemlu China Respons AS: Kerja Sama China dan Iran Tak Boleh Diganggu
SINDOnews · 25 Agustus 2026 pukul 17.27
China Tegaskan Kerja Samanya dengan Iran Patuhi Hukum Internasional
Berita terkait
AS Ultimatum Sekutu dan China: Dukung Isolasi Ekonomi Iran atau Hadapi Konsekuensi
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 15.53
Trump Mau "Tembak" 5 Negara Ini Buat Hancurkan Iran, Ada RI?
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 19.40
AS Ancam Bakal Sanksi China jika Berbisnis dengan Iran
VOI · 25 Agustus 2026 pukul 13.05
Amerika Serikat Peringatkan China soal Sanksi Jika Tetap Berbisnis dengan Iran
VOI · 25 Agustus 2026 pukul 12.00