Tiongkok tak Gentar dengan Ancaman AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Tiongkok menyatakan bahwa kerja sama dengan Iran dilakukan dalam kerangka hukum internasional dan tidak boleh diganggu, termasuk oleh Amerika Serikat. Hal ini disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian menanggapi ancaman sanksi sekunder AS terhadap negara yang berdagang dengan Iran. Tiongkok menolak sanksi sepihak AS yang dianggap ilegal dan tidak memiliki dasar dalam hukum internasional atau otorisasi Dewan Keamangan PBB. Menurut Lin, sanksi ekonomi hanya memicu ketegangan dan mengganggu tatanan global, sehingga solusinya adalah deeskalasi dan kembali ke dialog. Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan kampanye baru AS bernama "Operation Economic Outcast" yang menargetkan lima sektor ekonomi Iran: aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan pelayaran. AS juga menjatuhkan sanksi terhadap sekitar 60 entitas, individu, dan kapal yang diduga mendukung program nuklir dan rudal ilegal Iran. Bessent memperingatkan bahwa setiap negara, termasuk Tiongkok sebagai mitra dagang utama Iran, dapat menjadi sasaran sanksi jika tidak mematuhi kebijakan AS. Presiden AS Donald Trump menyebut operasi ini sebagai isolasi terhadap Iran yang belum pernah terjadi sebelumnya, terjadi tepat sebelum rencana kunjungan Presiden Tiongkok Xi Jinping ke Gedung Putih. Iran menyatakan tidak akan pasrah dan akan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman asing.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 25 Agustus 2026 pukul 17.27
China Tegaskan Kerja Samanya dengan Iran Patuhi Hukum Internasional
VOI · 25 Agustus 2026 pukul 13.05
AS Ancam Bakal Sanksi China jika Berbisnis dengan Iran
VOI · 25 Agustus 2026 pukul 12.00
Amerika Serikat Peringatkan China soal Sanksi Jika Tetap Berbisnis dengan Iran
Detik.com · 25 Agustus 2026 pukul 08.16
Iran Sebut Negara Mitra Tak Terpengaruh Ancaman AS Putus Hubungan
Berita terkait
AS Siap Jatuhkan Sanksi untuk Tiongkok jika Berbisnis dengan Iran
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 13.50
Sanksi Berulang AS Terhadap Iran Tidak akan Membuahkan Hasil
VOI · 25 Agustus 2026 pukul 05.00
Sanksi Ekonomi AS Tidak Akan Meruntuhkan Pemerintahan Mojtaba, Ini 5 Alasannya
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 21.40
Rial Iran Tembus 2 Juta per Dolar AS, Washington Perketat Tekanan Ekonomi
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 18.45