Trump Ancam Balas Habis-habisan Serangan Iran ke Yordania
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecam serangan rudal balistik Iran yang dicegat oleh pasukan AS di Yordania. Trump menyatakan akan membalas serangan tersebut dengan keras, dengan mengatakan pasukan AS hanya memiliki beberapa menit untuk bereaksi sebelum berhasil mencegat rudal-rudal itu.
Militer Yordania mengonfirmasi telah mencegat dan menembak jatuh lima rudal balistik Iran. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim serangan itu sebagai tanggapan terhadap "tindakan agresif" AS, dengan menargetkan pangkalan udara AS dan Pusat Komando di Yordania. Sebelumnya, AS dan Arab Saudi melakukan serangan udara terhadap kelompok paramiliter yang didukung Iran di Irak, dengan koordinasi pemerintah Irak.
Trump menyebut kelompok-kelompok tersebut sebagai "kanker bagi dunia" dan mengatakan pemerintahannya sedang mempertimbangkan tindakan tambahan terhadap kelompok proksi Iran. Serangan Iran ini merupakan serangan regional pertama dalam beberapa hari setelah jeda pertempuran antara AS dan Iran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 08.46
Trump Ancam Iran, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 7% Tembus USD90 per Barel
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 14.48
Iran Gempur Habis-habisan Pangkalan AS di Kuwait dalam Gelombang Serangan Balasan ke-27
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 06.58
Ini Respons AS usai Iran Klaim Rudalnya Hancurkan 3 Jet Tempur Siluman F-35 Amerika di Yordania
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 05.41
Perang Makin Gila! Poros Perlawanan Iran Bangkit Lagi-Bidik Arab Saudi
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Trump Tolak Tawaran Damai Iran
Liputan6.com · 28 September 2026 pukul 14.46
Perang Makin Ngeri! Trump Mau Leyapkan Iran, Hancurkan Seluruh Negeri
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 10.11
Trump Kembali Ultimatum Iran: Pilih Berunding Atau 'Diledakan' AS
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 08.05
Selama Trump & Netanyahu Masih Berkuasa, Iran tidak Akan Membuka Kembali Selat Hormuz
JPNN.com · 18 September 2026 pukul 13.35