Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Harga Minyak Terbang Usai Menteri Keuangan AS Ancam Iran

Harga minyak global menguat kuat pada perdagangan Kamis, 20 Agustus 2026, setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan bahwa AS akan memberlakukan sanksi terbesar dalam sejarah terhadap Iran. Harga minyak Brent naik 2,4% dan berakhir di level US$93,78 per barel, sementara harga minyak WTI AS untuk pengiriman Oktober naik 2,7% menjadi US$86,64 per barel. Bessent menyatakan bahwa langkah ini termasuk blokade dan sanksi yang akan meruntuhkan rezim Iran, menambahkan bahwa strategi serupa berhasil diterapkan sebelumnya di Venezuela dan sedang diterapkan di Kuba.

Presiden AS Donald Trump juga mengancam Iran melalui platform Truth Social, dengan menyebutkan "OPERASI EKONOMI PALING MENGHANCURKAN YANG PERNAH DILAKUKAN TERHADAP NEGARA MANA PUN". Trump menyatakan bahwa negara mana pun yang berbisnis dengan Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi. Namun, Bessent menjelaskan bahwa ancaman ini justru mengisyaratkan kemungkinan kecil kembalinya operasi tempur berskala besar, karena tekanan ekonomi maksimal justru mengurangi insentif untuk eskalasi militer.

Tekanan tambahan terhadap Iran datang dari Uni Emirat Arab (UEA), yang mengumumkan penghentian seluruh perdagangan dan transaksi keuangan dengan Iran. UEA mengklaim bahwa dua rudal balistik diluncurkan dari Iran menuju wilayahnya, namun pemerintah Iran membantah serangan tersebut. Langkah-langkah ini semakin menjauhkan prospek tercapainya kesepakatan gencatan senjata yang telah lama ditunggu.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait