Harga Minyak Terbang Usai Menteri Keuangan AS Ancam Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520901/original/031279000_1772664806-4.jpg)
Harga minyak global menguat kuat pada perdagangan Kamis, 20 Agustus 2026, setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan bahwa AS akan memberlakukan sanksi terbesar dalam sejarah terhadap Iran. Harga minyak Brent naik 2,4% dan berakhir di level US$93,78 per barel, sementara harga minyak WTI AS untuk pengiriman Oktober naik 2,7% menjadi US$86,64 per barel. Bessent menyatakan bahwa langkah ini termasuk blokade dan sanksi yang akan meruntuhkan rezim Iran, menambahkan bahwa strategi serupa berhasil diterapkan sebelumnya di Venezuela dan sedang diterapkan di Kuba.
Presiden AS Donald Trump juga mengancam Iran melalui platform Truth Social, dengan menyebutkan "OPERASI EKONOMI PALING MENGHANCURKAN YANG PERNAH DILAKUKAN TERHADAP NEGARA MANA PUN". Trump menyatakan bahwa negara mana pun yang berbisnis dengan Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi. Namun, Bessent menjelaskan bahwa ancaman ini justru mengisyaratkan kemungkinan kecil kembalinya operasi tempur berskala besar, karena tekanan ekonomi maksimal justru mengurangi insentif untuk eskalasi militer.
Tekanan tambahan terhadap Iran datang dari Uni Emirat Arab (UEA), yang mengumumkan penghentian seluruh perdagangan dan transaksi keuangan dengan Iran. UEA mengklaim bahwa dua rudal balistik diluncurkan dari Iran menuju wilayahnya, namun pemerintah Iran membantah serangan tersebut. Langkah-langkah ini semakin menjauhkan prospek tercapainya kesepakatan gencatan senjata yang telah lama ditunggu.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 09.46
Harga Minyak Dunia Fluktuatif Usai AS Ancam Sanksi Terberat untuk Iran, Brent Tembus USD 93
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 17.37
Iran Sudah Babak Belur Dihajar Amerika, tetapi Mengklaim Punya Senjata Rahasia
JawaPos · 20 Agustus 2026 pukul 12.30
Harga Minyak Brent Tembus USD 92 per Barel, Dipicu Gejolak Pasokan dan Konflik Iran
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 13.01
Ganti Strategi, Amerika Pilih Mencekik Iran ketimbang Buang Waktu di Meja Perundingan
Berita terkait
Iran Ungkap Nasib Blokade Selat Hormuz, Bongkar 'Kebohongan' AS Ini
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 07.15
Bukan Karena Ekonomi, Ini Kata Megawati Soal AS Masih Belum Mampu Kalahkan Iran
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 13.33
Gencatan Senjata Berakhir, Iran Isyaratkan Siap Hadapi Invasi Darat AS
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 10.57
Ejek Trump, Iran: Selat Hormuz Tak Bisa Direbut dengan Ciutan dan Pidato Kampanye
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 21.35