Jakarta · Kamis, 27 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Trump Kirim Kesepakatan Nuklir Saudi ke Kongres AS

Pemerintahan AS mengirimkan kesepakatan kerja sama nuklir sipil dengan Arab Saudi ke Kongres pada 24 Agustus 2026. Kesepakatan yang disebut sebagai 123 Agreement ini akan berlaku otomatis dalam 90 hari kecuali ditolak oleh DPR dan Senat AS. Dengan perjanjian ini, Arab Saudi diperbolehkan untuk mengembangkan kemampuan pengayaan uranium, meskipun implementasinya diperkirakan membutuhkan bertahun-tahun. Namun, pemerintahan Trump menyatakan kesepakatan hanya akan berlanjut jika Arab Saudi bergabung dengan Abraham Accords, inisiatif normalisasi hubungan negara Arab dengan Israel. Menteri Energi AS Chris Wright memastikan bahwa negosiasi terkait Abraham Accords dan kesepakatan nuklir akan berjalan paralel. Kesepakatan ini juga mencakup studi bersama yang berpotensi memungkinkan Saudi memproduksi bahan bakar nuklir sendiri.

Kontroversi muncul karena Arab Saudi tidak diwajibkan mengadopsi Protokol Tambahan IAEA yang memberikan akses inspeksi yang lebih luas. Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi menyatakan bahwa lembaganya akan meninjau pengaturan perlindungan dalam kesepakatan tersebut dan menambahkan lapisan verifikasi yang ketat. Selain itu, teks kesepakatan diklasifikasikan, hal yang dianggap tidak biasa karena biasanya hanya sebagian kecil perjanjian nuklir sipil AS yang dirahasiakan. Pakar seperti Scott Roecker dari Nuclear Threat Initiative menilai pemerintahan Trump masih memiliki ruang untuk menunda atau tidak menyelesaikan kesepakatan tersebut hingga Arab Saudi setuju normalisasi hubungan dengan Israel.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait