Tewaskan 2.325 Orang, Ebola di Kongo Catat Kematian Tertinggi dalam Sejarah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo telah menewaskan 2.325 orang dari 4.945 kasus terkonfirmasi, melampaui rekor sebelumnya pada 2018-2020. PBB menyebut ini sebagai wabah paling cepat berkembang dalam sejarah, dengan satu kematian setiap setengah jam. Tingkat kematian naik dari 20% pada Juni menjadi 46% saat ini, sebagian besar akibat kesulitan akses layanan kesehatan, bukan peningkatan keparahan virus. Wabah tersebar ke enam provinsi dan merupakan Ebola ke-17 di Kongo dengan spesies Bundibugyo. Hingga saat ini belum ada vaksin atau pengobatan yang disetujui.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 20.18
Wabah Ebola Kini paling Mematikan di Kongo, Korban Jiwa Lampaui 2.300
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 05.30
Virus Mematikan Menggila! 2 Ribu Orang Tewas-100 Kasus dalam 24 Jam
Berita terkait
Kasus ISPA di Kalsel Tembus 7.000, Warga Diminta Waspada Kabut Asap
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 10.47
RSB Perkuat Kesiapsiagaan Pegawai Hadapi Risiko Kebakaran
JPNN.com · 10 Agustus 2026 pukul 17.55
Petugas Damkar Meninggal Usai Ngeluh Nyeri Dada Saat Bertugas di Kramat Jati
Detik.com · 2 Agustus 2026 pukul 10.23
Raja Harald V dari Norwegia Dirawat di Rumah Sakit, Putera Mahkota Haakon Jadi Regent
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 07.41