Wamen ATR/BPN Buka Suara Usai Anak Buah Dicokok KPK
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Menteri ATR/BPN, Ossy Dermawan, menyatakan sikap kooperatif terhadap Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang terjadi di lingkungan Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor. Ossy menegaskan bahwa kementerian menghormati proses hukum dan fokus memastikan pelayanan publik tetap berjalan normal meski isu korupsi ini bergulir. Ia meminta publik tidak berspekulasi hingga ada keterangan resmi mengenai substansi perkara.
KPK telah mengamankan 17 orang dan menetapkan delapan tersangka, termasuk Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (Lampri), Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor (Sontang Coin Manurung), politikus Golkar (Fahd El Fouz), mantan Bupati Kebumen (Arif Sugiyanto), serta Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk (Adrianto Pitojo Adhi). Para tersangka kini telah ditahan di Rutan KPK setelah penyidik menemukan cukup alat bukti.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 18.37
KPK Tahan Fahd Arafiq hingga Eks Bupati Kebumen dalam Kasus HGB
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 17.33
OTT KPK Tangkap Dirjen Kementerian ATR/BPN, Wamen Ossy Buka Suara
Detik.com · 15 September 2026 pukul 16.01
Wamen ATR/BPN soal OTT KPK: Tidak Perlu Kita Buat Spekulasi
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 15.58
KPK Tangkap Pejabat BPN Bogor, Kementerian ATR/BPN Lakukan Evaluasi Internal
Berita terkait
Wamen ATR Buka Suara soal OTT KPK: Kami Hormati Proses Hukum
CNN Indonesia · 15 September 2026 pukul 19.00
KPK Benarkan Presdir Summarecon Adrianto Pitojo Adhi Turut Terjaring OTT ATR/BPN
JawaPos · 15 September 2026 pukul 11.45
Yang Sudah Diketahui soal OTT KPK di Lingkungan ATR/BPN
kumparan · 15 September 2026 pukul 08.30
Selain Fahd Arafiq, KPK juga Tangkap eks Bupati Kebumen Arif Sugiyanto dalam OTT ATR/BPN
JawaPos · 15 September 2026 pukul 08.01