Wamenhaj: Terdapat 400 Ribu dari 5.7 Juta Data Antrean Haji yang Berisiko Tak Valid
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan bahwa dari 5,7 juta data antrean calon haji, sekitar 400.000 diperkirakan mengandung data yang tidak valid. Data tersebut akan divalidasi kembali dengan menggunakan data kependudukan dari Kementerian Dalam Negeri untuk memastikan keberadaan dan keaktifan para calon haji. Dahnil menjelaskan bahwa sebagian dari 400.000 orang tersebut mungkin telah meninggal, sehingga dana sebesar Rp10 triliun yang terkait dengan 25 juta per orang perlu direkonsiliasi kembali. Proses validasi ini bertujuan untuk menentukan jumlah antrean yang benar-benya aktif dan memastikan dana yang sudah dibayarkan masih dapat dilacak di rekening calon haji.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 12.23
BPKH Ungkap Posisi Dana Haji Rp10 T dari 400 Calon Jemaah Haji Invalid
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 12.23
BPKH Ungkap Dana Rp10T dari 400 Ribu Data Calon Haji Diduga Invalid
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 10.45
400 Ribu Data Calon Jemaah Haji Diduga Invalid, Dana Rp10 T Mengendap
ANTARA News · 19 Agustus 2026 pukul 19.14
Kemenhaj cek lagi 400 ribu data antrean haji yang berisiko tak valid
Berita terkait
Antrean Haji Tinggal 14 Tahun, Pemerintah Bongkar 400 Ribu Data Jemaah Invalid
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 21.45
Cara Cek Online Antrean Terbaru Keberangkatan Haji
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 17.00
Pemerintah Ungkap Antrean Haji Kini Tinggal 14 Tahun dari Sebelumnya 49 Tahun
JPNN.com · 29 September 2026 pukul 11.15
Bukan Lagi Puluhan Tahun, Pemerintah Putuskan Antrean Haji Dipangkas Jadi...
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 08.05