Wamenhaj: Terdapat 400 Ribu dari 5.7 Juta Data Antrean Haji yang Berisiko Tak Valid
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan bahwa dari 5,7 juta data antrean calon haji, sekitar 400.000 diperkirakan mengandung data yang tidak valid. Data tersebut akan divalidasi kembali dengan menggunakan data kependudukan dari Kementerian Dalam Negeri untuk memastikan keberadaan dan keaktifan para calon haji. Dahnil menjelaskan bahwa sebagian dari 400.000 orang tersebut mungkin telah meninggal, sehingga dana sebesar Rp10 triliun yang terkait dengan 25 juta per orang perlu direkonsiliasi kembali. Proses validasi ini bertujuan untuk menentukan jumlah antrean yang benar-benya aktif dan memastikan dana yang sudah dibayarkan masih dapat dilacak di rekening calon haji.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 19 Agustus 2026 pukul 19.14
Kemenhaj cek lagi 400 ribu data antrean haji yang berisiko tak valid
Berita terkait
DP Haji RI Rp66,6 Miliar Diblokir Arab Saudi, Ini Alasan dan Duduk Perkaranya
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 19.06
Arab Saudi Blokir DP Haji RI hingga Rp66 Miliar
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 18.43
Pemerintah Bakal Tertibkan Bank yang Masih Salurkan Dana Talangan Haji
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 18.15
400.000 Antrean Haji Invalid, Potensi Rekening Dorman Rp10 T
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 17.20