Wamenhaj Tiba-tiba Bicara Audit Forensik Keuangan Haji, Ini Jawab BPKH
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Jakarta menyatakan siap mendukung audit forensik atas tata kelola Keuangan Haji. Kepala BPKH Fadlul Imansyah menegaskan pemeriksaan penting untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan syariah. Hingga 2025, laporan keuangan BPKH selama ini telah memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) delapan kali berturut-turut dari BPK. Audit forensik membutuhkan mandat yang jelas, independensi pemeriksa, dokumentasi metodologi, serta perlindungan data. Anggota bidang keuangan BPKH, Amri Yusuf, menyatakan audit perlu merekonsiliasi data SISKOHAT dengan rekening bank dan catatan BPS untuk menghindari duplikasi atau manipulasi. Hasil audit menjadi dasar perhitungan keberlanjutan Keuangan Haji dengan mempertimbangkan aset, kewajiban, dan skenario risiko. Pemerintah melalui Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan audit dilakukan untuk memastikan keadilan dan menghapus kartel haji/umrah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 30 September 2026 pukul 19.50
Komisioner BPKN Dukung Audit Forensik Dana Haji, Tekankan Hak Jemaah atas Informasi
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 17.06
Audit Forensik Dana Haji Disiapkan, Hasilnya Bisa Jadi Patokan Biaya Haji ke Depan
Berita terkait
Heboh Wamenhaj Sebut Audit Forensik Keuangan Haji, DPR Buka Suara!
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 11.25
Prabowo ingin cek keuangan haji, instruksikan audit forensik
ANTARA News · 28 September 2026 pukul 19.44
Prabowo Minta Audit Forensik Keuangan Haji
Liputan6.com · 28 September 2026 pukul 17.53
Prabowo Tak Mau Pemerintahannya Terseret Persoalan Dana Haji, BPKH Diminta Audit Forensik
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 03.21