Wamenko Hanif Blak-blakan, Penutupan SPPG Tanpa SLHS Berlanjut
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penyaringan dan penutupan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) akan dilanjutkan secara bertahap dan sistematis. Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menyatakan hal ini di Denpasar, menjelaskan bahwa langkah tegas diambil untuk mencegah kasus keracunan makanan yang dapat mengancam keselamatan publik. Karena jumlah SPPG yang belum memenuhi kriteria cukup banyak, penertiban dilakukan secara bertahap agar tetap terukur dan terorganisir. Badan Gizi Nasional (BGN) tetap melakukan evaluasi terhadap fasilitas penyedia makanan di lapangan untuk memastikan operasional berjalan sesuai protokol kesehatan dan keamanan. Kebijakan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menjamin kualitas dan keamanan pangan bagi masyarakat. Penyaringan terhadap seluruh unit penyedia makanan bergizi yang belum memiliki SLHS akan terus berlanjut sebagai bagian dari kebijakan tegas yang ditetapkan BGN.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 19.35
Kepala BGN Sebut Hampir 2.000 SPPG Ditutup Sementara Akibat Belum Punya SLHS
JawaPos · 11 September 2026 pukul 09.30
BGN Evaluasi Total 172 SPPG di Pati Buntut Kasus Keracunan MBG
Detik.com · 10 September 2026 pukul 06.13
PDIP Minta BGN Buat Mekanisme Kompensasi untuk Korban Keracunan MBG
Liputan6.com · 9 September 2026 pukul 15.59
Polri Ungkap Celah Korupsi MBG: Pengadaan, Operasional hingga SPPG
Berita terkait
BGN tegaskan SLHS jadi syarat mutlak operasional SPPG
ANTARA News · 8 Agustus 2026 pukul 10.01
Menata SPPG dengan Tegas demi MBG yang Berstandar
CNN Indonesia · 4 September 2026 pukul 12.50
Insiden MBG Sidoarjo, Zulhas Bakal Tindak Tegas Penanggung Jawab SPPG
Detik.com · 3 September 2026 pukul 20.01
BGN Bongkar Titik Lemah Dapur MBG, Kepala SPPG Tak Ada di Lokasi Bisa Berujung Fatal
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 20.21