Wamensesneg soal Polemik Desil Tak Sesuai Ekonomi Warga: Sedang Dievaluasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto menyatakan pemerintah sedang mengevaluasi polemik data desil yang tidak sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat. Evaluasi ini meliputi peninjauan ulang data dan metode yang digunakan BPS, serta pembentukan tim khusus lintas kementerian seperti Bappenas. Komisi XIII DPR Rieke Diah Pitaloka menyoroti ketidakakuratan data desil akibat metode Proxy Means Test (PMT) yang bersifat statis, padahal kondisi ekonomi masyarakat berubah cepat. Ia juga meminta evaluasi metodologi pendataan termasuk integrasi data dinamis dan pertimbangan gig economy. Anggaran Kemensetneg 2027 mencapai Rp2,672 triliun, dengan 91 persen dialokasikan untuk dukungan manajemen. Pemerintah akan menyampaikan surpres RUU Satu Data Indonesia kepada DPR sebelum batas 19 September 2024. Rieke menekankan pentingnya data akurat untuk kebijakan berbasis data, mendukung perbandingan dengan sistem data negara seperti PADU Malaysia dan Singpass Singapura.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 14.08
Istana Buka Suara soal Polemik Desil Tak Sesuai Ekonomi Warga
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 13.05
Polemik Data Desil, Pemerintah Bakal Bentuk Tim Evaluasi Lintas Lembaga
Warta Ekonomi · 29 Agustus 2026 pukul 22.00
Said Iqbal Kritik Data Desil: Gaji Rp3 Juta Bisa Masuk Desil 10
Berita terkait
BPS Ungkap Indikator Penilaian Desil DTSEN Selain Gaji
Liputan6.com · 23 Agustus 2026 pukul 17.00
BPS Tegaskan Desil Kesejahteraan Bukan Ukuran Tunggal Ekonomi, Ini Penjelasannya
JawaPos · 23 Agustus 2026 pukul 10.16
BPS Buka-bukaan Dasar Penentuan Desil 1-10
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 05.55
Wamensesneg: Tim lintas lembaga akan evaluasi pendataan desil
ANTARA News · 31 Agustus 2026 pukul 14.08