Istana Buka Suara soal Polemik Desil Tak Sesuai Ekonomi Warga
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336411/original/074127400_1788160106-Wamensesneg_RI_Bambang.jpg)
Wamenchesneg Bambang Eko Suhariyanto mengatakan pemerintah sedang mengevaluasi data desil kesejahteraan yang tidak sesuai dengan kondisi ekonomi lapangan. Polemik muncul setelah buruh dengan gaji minimum terkategorikan dalam desil atas, sekaligus mahasiswi beasiswa terkena penolakan karena perubahan desil mendadak. KSPI menilai metode BPS tidak tepat dan menyangkep anggaran survei Rp 13 triliun. Tim khusus antarlembaga akan dibentuk untuk menyelidiki. Evaluasi fokus pada dasar pengelompokan data sebelum kesimpulan final.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 13.19
Wamensesneg soal Polemik Desil Tak Sesuai Ekonomi Warga: Sedang Dievaluasi
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 13.05
Polemik Data Desil, Pemerintah Bakal Bentuk Tim Evaluasi Lintas Lembaga
Warta Ekonomi · 30 Agustus 2026 pukul 01.00
Penasihat Khusus Prabowo Kritik Desil BPS Buruh Dibilang Sejahtera, 'Ngawur! Ngga Usah Dipakai, Bener-Bener BPS!'
Warta Ekonomi · 29 Agustus 2026 pukul 22.00
Said Iqbal Kritik Data Desil: Gaji Rp3 Juta Bisa Masuk Desil 10
Berita terkait
Bos Buruh Protes Keras Gaji UMP Masuk Desil 6-10: Ngawur!
Detik.com · 29 Agustus 2026 pukul 13.55
Beasiswa Mahasiswa Surabaya Terhambat Karena Desil Tak Sesuai
JPNN.com · 21 Agustus 2026 pukul 13.32
Syarat Masuk Sekolah Kedinasan Politeknik Statistika STIS 2026, Lulus Jadi CPNS
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 13.47
10 Pekerjaan dengan Gaji Terbesar di RI, Apa Saja?
CNN Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 18.16