Zelensky Tolak Pemilu saat Perang Lawan Rusia: Akan seperti Tsunami, Memecah Ukraina
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak desakan menggelar pemilu di tengah perang melawan Rusia. Dalam pernyataannya, Zelensky menyatakan bahwa pemilu saat ini akan menjadi 'tsunami' bagi negara dan berpotensi memecah Ukraina. Ia menekankan bahwa situasi perang yang sedang berlangsung membuat pemilu terlalu berbahaya untuk diselenggarakan.
Zelensky menjawab seruan mantan Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov yang mendesak agar pemungutan suara dilaksanakan. Masa jabatan Zelensky sebagai Presiden seharusnya berakhir pada 20 Mei 2024, namun Ukraina telah berada di bawah status darurat militer sejak invasi Rusia pada Februari 2022, sehingga pemilu nasional tidak dapat diselenggarakan.
Dalam pernyataannya, Zelensky menambahkan bahwa menggelar pemilu dalam kondisi perang seperti sekarang sama saja dengan berusaha menghancurkan negara. Ia baru-baru ini mengadakan pertemuan dengan wartawan dalam beberapa bulan terakhir, menandakan adanya krisis politik yang sedang berlangsung di Ukraina.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 06.48
Zelensky Tolak Pemilu di Tengah Perang, Sebut Bisa Jadi 'Bencana' bagi Ukraina
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 04.42
Zelensky Tolak Pemilu Saat Perang Lawan Rusia: Bisa Jadi 'Tsunami' Pemecah Belah Ukraine
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 17.44
Zelensky Tolak Pemilu di Masa Perang: Akan Memecah Belah Ukraina
Berita terkait
Soal PDIP Bidik Kursi Gubernur Jatim, Hasto: Itu Cita-Cita Politik
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 10.35
Presiden Zelensky Sebut Pemilu di Masa Perang akan Menghancurkan Ukraina
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 09.22
Jokowi Tak Bawa Hoki ke PSI, Pengamat: Anak Didiknya Bisa Atur Hasil Pemungutan Suara
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 08.40
Babak Baru Perang Rusia-Ukraina, Putin Bongkar 'Borok' Zelensky
CNBC Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 21.30