Zelensky Tolak Pemilu di Tengah Perang, Sebut Bisa Jadi 'Bencana' bagi Ukraina
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak penyelenggaraan pemilu di tengah perang melawan Rusia, menganggapnya berisiko memecah persatuan negara. Zelensky menyatakan pemilu saat ini bagaikan tsunami yang dapat membelah Ukraina. Sementara itu, mantan Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov mendesak agar pemilu tetap digelar, menyatakan demokrasi tidak boleh disandera oleh Rusia. Fedorov juga menyinggung dugaan korupsi di lingkungan pemerintahan Zelensky. Ukraina telah menerapkan undang-undang darurat militer sejak Februari 2022, yang melarang pemilu selama status darurat berlaku. Perbedaan pendapat ini menjadi tantangan politik terbesar bagi Zelensky sejak invasi Rusia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 08.53
Zelensky Tolak Pemilu saat Perang Lawan Rusia: Akan seperti Tsunami, Memecah Ukraina
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 04.42
Zelensky Tolak Pemilu Saat Perang Lawan Rusia: Bisa Jadi 'Tsunami' Pemecah Belah Ukraine
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 17.44
Zelensky Tolak Pemilu di Masa Perang: Akan Memecah Belah Ukraina
Berita terkait
Mantan Menhan Ukraina: Demokrasi Tidak Boleh Disandera Rusia
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 16.25
Profil Muhammad Soleh Pengacara No Viral No Justice dan Warisannya Mengubah Sistem Pemilu
Liputan6.com · 7 Agustus 2026 pukul 12.14
50.000 Tentara Ukraina Tewas, Zelensky: Kematian Prajurit Rusia 14 Kali Lebih Tinggi
SINDOnews · 1 Agustus 2026 pukul 20.20
Presiden Zelensky Sebut Pemilu di Masa Perang akan Menghancurkan Ukraina
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 09.22