Jakarta · Sabtu, 29 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Arsip

Jumat, 28 Agustus 2026


Peristiwa hari itu

Semua peristiwa →

  1. Danantara Suntik Rp456 Miliar untuk Penyelesaian Proyek LRT City yang Mangkrak

    Danantara Indonesia akan menyalurkan dana sebesar Rp456 miliar untuk menyelesaikan proyek apartemen LRT City yang mengalami kemacetan. Dana ini disalurkan melalui equity injection ke PT Adhi Karya dan anak perusahaannya, PT Adhi Commuter Properti (ADCP), untuk memastikan penyelesaian proyek oleh September 2026. Beberapa media melaporkan jumlah konsumen yang terdampak berbeda, yaitu sekitar 2.000 (Kumparan, CNBC Indonesia, Liputan6.com) hingga 2.400 orang (CNN Indonesia, SINDOnews, Warta Ekonomi). Proyek meliputi LRT City Ciracas, Tebet, dan Cibubur, dengan keterlambatan serah terima unit yang seharusnya selesai 2023–2024. ADCP mengakui tantangan likuiditas serta pemulihan pasar properti yang lambat sebagai penyebab keterlambatan. Untuk mempercepat penyelesaian, ADCP menawarkan alternatif seperti relokasi unit atau skema pinjam pakai sementara. Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) turut terlibat dalam koordinasi penyelesaian, termasuk membentuk tim perwakilan konsumen untuk memastikan solusi yang adil.

  2. Menteri Keuangan Pastikan Dana Bencana Siap, Hotspot Karhutla Masih Tinggi

    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah siap menambah alokasi dana penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) jika diperlukan. Menurut beberapa sumber, BNPB telah menyiapkan Dana Siap Pakai (DSP) sebesar Rp5 triliun, namun belum mengajukan permohonan penambahan anggaran karena masih dalam proses asesmen lapangan. Purbaya menegaskan bahwa pendanaan untuk bencana menggunakan pendekatan berbeda dari program belanja rutin pemerintah karena menyangkut keselamatan dan kehidupan masyarakat, sekaligus menekankan pentingnya transparansi dan efisiensi dalam penggunaan dana.

  3. OJK Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan, Targetkan 98% pada 2045

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan tingkat inklusi keuangan nasional mencapai 98 persen pada 2045 sesuai amanat RPJPN 2025-2045. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks inklusi keuangan nasional mencapai 93,61 persen, sementara indeks literasi keuangan nasional berada di 69,57 persen. Namun, literasi dan inklusi keuangan pada pelajar dan mahasiswa masih di bawah rata-rata nasional, dengan indeks literasi 62,72 persen dan inklusi 92,76 persen. Dengan sekitar 88 juta pelajar dan mahasiswa (31% dari total penduduk 287,2 juta), OJK menjadikan kelompok ini sebagai sasaran prioritas untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.

  4. BPS lakukan Sensus Ekonomi 2026, termasuk di kediaman Ketua MPR dan di Bengkulu

    Badan Pusat Statistik (BPS) melaksanakan Sensus Ekonomi Nasional (SEN) 2026 dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk melakukan pendataan langsung di kediaman dinas Ketua MPR Ahmad Muzani di Jakarta Selatan. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti memimpin tim pendataan dan menegaskan bahwa sensus tidak berkaitan dengan perpajakan, data bersifat rahasia, dan masyarakat dapat berpartisipasi melalui kuesioner online. Muzani menyatakan dukungannya dan menekankan pentingnya data akurat untuk perumusan kebijakan.

  5. iPhone 17 dan Samsung Dominasi Pasar HP Global Kuartal II 2026

    Counterpoint Research melaporkan bahwa iPhone 17 kembali menjadi smartphone terlaris dunia pada kuartal II 2026, mendominasi tiga posisi teratas bersama iPhone 17 Pro Max dan iPhone 17 Pro. Menurut data, Apple mencatat pertumbuhan penjualan unit sebesar 5 persen secara tahunan meski pasar smartphone global mengalami penurunan 11 persen. Lima model iPhone berada di dalam daftar 10 smartphone terlaris, dengan iPhone 17e dan iPhone 16 juga masuk. Samsung tetap kuat dengan Galaxy S26 Ultra sebagai ponsel Android terlaris, menempati posisi keempat. Samsung berhasil menempatkan lima modelnya di dalam daftar 10 besar, sementara Apple juga memiliki lima model. Kedua perusahaan ini secara kolektif menyumbang 26 persen penjualan unit global, naik dari 24 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Samsung kembali bertengger di posisi pertama dengan pangsa pasar 24%, naik dari 20% pada kuartal yang sama tahun sebelumnya, sementara Apple menempati peringkat kedua dengan pangsa pasar 20%, naik dari 17% pada Q2 2025. Prestasi ini didorong oleh fitur layar privasi inovatif dan integrasi AI mutakhir dari Samsung, sementara penawaran harga kompetitif dan peningkatan fitur seperti MagSafe dan penyimpanan yang lebih besar mendukung penjualan iPhone 17e. Pertumbuhan penjualan terjadi di India, Jepang, Korea Selatan, serta kawasan Timur Tengah dan Afrika. Chip global yang sedang terkikis diduga memaksa produsen fokus pada perangkat premium. Samsung Galaxy S26 Ultra juga berhasil mengungguli performa pendahulunya dan menyumbangkan lebih dari setengah dari total penjualan seri Galaxy S26. Analis senior Counterpoint, Harshit Rastogi, menjelaskan bahwa peluncuran Galaxy S26 series yang lebih lambat dibandingkan generasi sebelumnya berperan besar dalam menggeser volume penjualan ke Q2 2026. Lini Galaxy A dari Samsung juga populer di kalangan konsumen kelas menengah dan entry-level berkat harga terjangkau dan dukungan perangkat lunak hingga enam tahun. iPhone 17 varian dasar tetap menjadi model terlaris berkat peningkatan spesifikasi, sementara iPhone 17 Pro dan Pro Max mendapat dukungan dari program tukar tambah dan cicilan. Penjualan iPhone meningkat di India, Jepang, Timur Tengah-Afrika, dan hampir dua kali lipat di Korea Selatan. Secara keseluruhan, kontribusi dari 10 besar tetap tinggi meski pasar smartphone secara keseluruhan mengalami penurunan 11 persen akibat keterbatasan pasokan RAM selama kuartal tersebut.