Jakarta · Rabu, 16 September 2026Cari
WargaKonoha

25 Merek Ditarik, Ini Cara Bedakan Beras Fortifikasi Asli atau Oplosan

Menteri Pertanian dan Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa 25 dari 27 merek beras fortifikasi yang diuji di empat laboratorium tidak memenuhi kadar fortifikasi sesuai klaim pada label. Pemerintah menemukan indikasi adanya penyimpangan melalui pemeriksaan laboratorium yang dilakukan secara bersamaan. Salah satu tanda peringatan yang ditemukan adalah harga beras fortifikasi di pasaran yang jauh lebih tinggi dibandingkan perkiraan pemerintah, yakni mulai dari Rp25.000 hingga Rp57.000 per kilogram, sementara harga seharusnya diperkirakan hanya sekitar Rp13.500 per kilogram. Hal ini berpotensi menyebabkan kerugian bagi konsumen yang membayar lebih mahal untuk produk yang kandungan gizinya diduga tidak sesuai klaim.

Pemerintah telah mengambil langkah tegas dengan menyatakan akan menarik produk yang tidak memenuhi syarat dari peredaran, mencabut izin, dan memproses sesuai hukum. Beras fortifikasi merupakan beras biasa yang ditambahkan zat gizi mikro seperti zat besi, asam folat, zinc, vitamin A, dan vitamin B melalui proses teknologi pangan setelah padi digiling. Produk ini sulit dibedakan secara kasat mata dari beras putih biasa, meskipun beberapa butir kernel fortifikan mungkin terlihat sedikit lebih putih, opak, atau kekuningan.

Untuk memastikan kandungan vitamin dan mineral sesuai standar, pemeriksaan laboratorium tetap menjadi cara paling andal. Konsumen disarankan memperhatikan informasi pada kemasan termasuk klaim fortifikasi, nilai gizi, dan izin resmi produk. Beberapa tanda fisik seperti bentuk butir, aroma, dan tekstur nasi setelah dimasak dapat menjadi petunjuk awal, namun tidak cukup sebagai bukti pasti. Beras fortifikasi diatur dalam SNI 9314:2024 untuk kernel dan SNI 9372:2025 untuk beras fortifikasi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait