Anak Buah Airlangga Ungkap Tiap Harga Minyak Naik US$1, APBN Tekor Rp6 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kenaikan harga minyak dunia sebesar US$1 per barel meningkatkan beban fiskal APBN Indonesia sekitar Rp6 triliun. Tekanan ini terjadi karena Indonesia merupakan net importir BBM dengan konsumsi mencapai 1,6 juta barel per hari, sementara produksi domestik hanya berkisar 580 ribu hingga 600 ribu barel per hari. Meskipun pemerintah mendapat tambahan PNBP migas sekitar Rp4 triliun per US$1, jumlah tersebut tidak cukup menutup tambahan belanja impor yang mencapai Rp10,3 triliun.
Kondisi ini diperburuk oleh gejolak geopolitik di Timur Tengah yang berisiko memicu disrupsi logistik dan kenaikan biaya subsidi energi. Pemerintah menghadapi tantangan besar dalam menjaga defisit APBN maksimal 3% dari PDB, yang memaksa adanya efisiensi belanja. Hal ini berdampak pada strategi pertumbuhan ekonomi nasional karena belanja pemerintah merupakan komponen signifikan dalam struktur PDB Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 14.10
Airlangga Beri Bukti Kondisi Fiskal RI Lebih Baik dari AS dan Jepang
CNBC Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 10.35
Video: Harga Minyak Masih Tinggi, Apa Efeknya ke APBN, IHSG dan Rupiah?
SINDOnews · 5 Oktober 2026 pukul 07.33
Harmonisasi Kebijakan Moneter dan Fiskal
Berita terkait
Harga Minyak Tembus US$ 101/Barel, Purbaya: Anggaran Masih Cukup
Detik.com · 10 September 2026 pukul 14.57
Strategi Purbaya Agar APBN Tetap Sehat di Tengah Kenaikan Harga Minyak Dunia
JPNN.com · 10 September 2026 pukul 07.26
Subsidi BBM Cs Ditata Ulang, Ketua Komisi XI DPR Beberkan Urgensinya
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 12.45
Dunia Banyak Gejolak, Kemenkeu Pede APBN Kuat Goncangan
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 18.35