Menkeu Proyeksi Defisit APBN 2026 Lebih Tinggi, Tembus 2,85% PDB
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Suahasil Nazara memproyeksikan defisit APBN pada akhir 2026 akan mencapai 2,85% dari PDB, naik dari target awal sebesar 2,68% yang ditetapkan sebelumnya. Kenaikan ini disebabkan oleh perubahan asumsi makroekonomi dan penyesuaian kebutuhan pemerintah. Proyeksi ini disampaikan Suahasil dalam pertemuan dengan para stakeholder di Jakarta pada hari Rabu, 23 September 2026.
Untuk tahun 2027, pemerintah masih dalam proses perundingan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait target defisit APBN. Namun, dalam Rancangan APBN (RAPBN) yang telah disusun, defisit APBN 2027 direncanakan sebesar 2,4% dari PDB. Secara nominal, belanja negara untuk 2027 didesain mencapai Rp4.000 triliun, yang jika terwujud akan menjadi rekor tertinggi dalam sejarah Indonesia.
Suahasil menekankan bahwa belanja negara sebesar Rp4.000 triliun bukan sekadar angka besar, tetapi juga sebuah tanggung jawab besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Belanja tersebut akan dialokasikan untuk program produktivitas, kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, dan infrastruktur. Untuk mendanai kebutuhan ini, pemerintah akan menerapkan strategi fiskal seperti peningkatan rasio pajak, perluasan basis pajak, dan penguatan implementasi kebijakan perpajakan inti (Coretax).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 16.21
APBN Agustus Defisit Rp 240,1 Triliiun, Suahasil Sebut Masih On The Track
ANTARA News · 23 September 2026 pukul 12.43
Pemerintah siapkan 3 strategi fiskal untuk perkuat APBN
Berita terkait
Menkeu Luruskan Efisiensi APBN: Bukan Langsung Main Potong Anggaran
CNN Indonesia · 18 September 2026 pukul 14.51
Menkeu pastikan defisit APBN dikelola sesuai UU di bawah 3 persen
ANTARA News · 18 September 2026 pukul 13.15
APBN Defisit Rp240,1 T per Agustus 2026
CNN Indonesia · 18 September 2026 pukul 12.57
APBN defisit Rp240,1 triliun per Agustus 2026
ANTARA News · 18 September 2026 pukul 10.12