Bank Asing Proyeksi Rupiah Bakal Segini di Akhir 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank asing memproyeksikan rupiah tetap di kisaran Rp18.000 hingga akhir 2026. Pelemahan rupiah saat ini tidak disebabkan oleh faktor fundamental, melainkan penguatan dolar Amerika Serikat akibat kebijakan moneter Federal Reserve yang menaikkan suku bunga acuan. Chief Asia Economist HSBC, Frederic Neumann, menyatakan posisi rupiah cenderung stabil dengan sedikit melemah, tetapi tidak signifikan. Kebijakan Bank Indonesia yang cepat menaikkan suku bunga serta reformasi pejabat keuangan seperti perubahan kepemimpinan BI, BEI, dan Menteri Keuangan berkontribusi menstabilkan mata uang. Neumann menilai peluang rupiah dapat meningkat tahun depan ketika dolar AS melemah, dan tantangan makroekonomi telah teratasi, kini fokus pada reformasi struktural infrastruktur, pendidikan, dan regulasi energi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 29 September 2026 pukul 16.08
Rupiah melemah dipengaruhi potensi pengetatan kebijakan moneter Fed
JPNN.com · 29 September 2026 pukul 12.31
Rupiah Tembus Rp 18.000, BI Buka Suara
kumparan · 29 September 2026 pukul 11.34
Rupiah Melemah Tembus Rp 18 Ribu per Dolar AS, Bank Indonesia Ungkap Pemicunya
JPNN.com · 29 September 2026 pukul 09.00
Kurs Rupiah Melorot Terus, BI Atur Ulang Strategi Stabilitas Mata Uang Garuda
Berita terkait
BI Buka Suara! Beberkan Penyebab Dolar AS Tembus Rp18.000 Lagi
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 11.15
Strong Dollar Menghantam Rupiah, Apa yang Harus Dilakukan RI?
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 07.22
BI Kurangi 'Bakar' Devisa untuk Jaga Rupiah, Intervensi Spot Tinggal 30%
Detik.com · 28 September 2026 pukul 16.06
Wanti-wanti Dolar AS Menguat, Bos BI Beber Strategi Jaga Rupiah
CNN Indonesia · 28 September 2026 pukul 15.50