Rupiah melemah dipengaruhi potensi pengetatan kebijakan moneter Fed
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rupiah melemah menjadi Rp17.981 per dolar AS pada penutupan Selasa, turun 3 poin (0,02 persen) dari Rp17.978. Penurunan ini dipengaruhi oleh ekspektasi pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) terkait harga minyak yang tinggi. Berdasarkan data CME FedWatch, ada peluang 70 persen kenaikan suku bunga pada pertemuan Oktober, mengikuti kenaikan 25 basis poin pada September 15-16. Pasar juga menantikan data ekonomi AS termasuk inflasi PCE, ISM PMI, dan Nonfarm Payrolls. Sentimen tambahan berasal dari potensi pembicaraan penyelesaian konflik Iran-AS, termasuk rencana tujuh hari Iran yang mencakup penghentian permusuhan dan pencabutan sanksi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 29 September 2026 pukul 12.31
Rupiah Tembus Rp 18.000, BI Buka Suara
kumparan · 29 September 2026 pukul 11.34
Rupiah Melemah Tembus Rp 18 Ribu per Dolar AS, Bank Indonesia Ungkap Pemicunya
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 11.15
BI Buka Suara! Beberkan Penyebab Dolar AS Tembus Rp18.000 Lagi
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 16.54
Bos BI Buka-bukaan Penyebab Rupiah Melemah
Berita terkait
Pergerakan rupiah Kamis dipengaruhi perkembangan kebijakan moneter AS
ANTARA News · 17 September 2026 pukul 11.12
BI: Pelemahan rupiah dipengaruhi kekhawatiran tekanan inflasi global
ANTARA News · 29 September 2026 pukul 11.36
Rupiah melemah dipicu ekspektasi kenaikan suku bunga Fed
ANTARA News · 29 September 2026 pukul 10.13
IHSG Anjlok 1% dan Dolar AS Nyaris Rp 18.000, Ini Penyebabnya
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 16.44