BEI Buka Peluang IPO Usai Demutualisasi, Tahap Awal Fokus Right Issue
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) setelah proses demutualisasi selesai. Saat ini, BEI fokus pada tahap awal berupa perubahan struktur kepemilikan melalui penerbitan saham baru atau mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (right issue). Langkah ini akan mengubah struktur pemegang saham dan berpotensi mendilusi porsi kepemilikan lama dengan harga di atas nilai buku.
BEI belum menetapkan target waktu pasti untuk IPO, karena bergantung pada kesiapan internal dan referensi bursa negara lain yang bervariasi antara satu hingga dua tahun. Berdasarkan rancangan aturan OJK, demutualisasi dapat dilakukan melalui penerbitan saham baru atau penjualan saham hasil buyback. Selain itu, terdapat batas maksimum kepemilikan saham BEI sebesar 5%, di mana kepemilikan di atas angka tersebut memerlukan persetujuan OJK.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 18 September 2026 pukul 13.45
Bursa Efek Buka Peluang IPO Usai Demutualisasi
Detik.com · 18 September 2026 pukul 13.06
40% Saham Mau Dicaplok Danantara, Bursa Efek Jamin Tetap Independen
Detik.com · 17 September 2026 pukul 12.04
Aturan Demutualisasi OJK: Bursa Efek Bisa IPO!
kumparan · 17 September 2026 pukul 10.29
OJK Buka Peluang BEI Bisa IPO Lewat Aturan Demutualisasi
Berita terkait
Kepemilikan Saham BEI di Atas 5 Persen Wajib Kantongi Izin OJK
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 14.46
Danatara Buka Suara soal Kabar Mau Pegang 40% Saham Bursa Efek
Detik.com · 14 September 2026 pukul 23.26
Danantara Buka Suara soal Kabar Mau Pegang 40% Saham Bursa Efek
Detik.com · 14 September 2026 pukul 23.26
Usai Demutualisasi, Danantara Bakal Pegang 40% Saham BEI
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 19.27