BEI Tak Buka Short Selling untuk Semua Saham, Likuiditas Jadi Syarat Utama
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali short selling pada Oktober 2026, namun tidak untuk semua saham. Hanya sekadar 3-5 saham yang dipilih berdasarkan kriteria likuiditas, termasuk beberapa dari kelompok saham LQ45. Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi menyatakan pemilihan saham harus cukup liquid agar tidak merusak pasar. Short selling ditutup karena masih dalam tahap awal dan perlu memantau respons pasar. Likuiditas menjadi pertimbangan utama, sementara saham tidak liquid berisiko merusak harga. BEI juga membatasi pihak yang dapat melakukan transaksi short selling, baik anggota bursa maupun investor, untuk menjaga penggunaan yang terukur. Short selling diharapkan mendukung price discovery dan memberikan keuntungan serta hedging bagi investor.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 18 September 2026 pukul 13.25
BEI pilih saham likuid untuk mitigasi manipulasi di short selling
SINDOnews · 16 September 2026 pukul 16.55
Batas Harga Minimum Saham Rp50 Dihapus per 28 September 2026, Begini Penjelasan BEI
Detik.com · 16 September 2026 pukul 16.22
Harga Saham Rp 1 Siap Berlaku 28 September
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 17.45
Ditanya BEI, MMIX Beberkan Susunan Pemegang Saham
Berita terkait
Short Selling Dibuka Lagi Oktober, BEI Ungkap Potensi Likuiditas Naik 17%
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 17.02
BEI Buka Kembali Short Selling Mulai Oktober, Tahap Awal Hanya 3-5 Saham
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 16.24
BEI Aktifkan Lagi Short Selling, Ini Cara Kerjanya
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 11.05
BEI Buka Kembali Transaksi Short Selling Mulai Hari Ini
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 15.20